kabar

Sepuluh warga Indonesia dibebaskan Abu Sayyaf tiba di Jakarta

Masih ada empat warga Indonesia dalam sekapan Abu Sayyaf.

02 Mei 2016 01:39

Sepuluh warga negara Indonesia dibebaskan kelompok Abu Sayyaf kemarin siang semalam tiba di Jakarta.

Beberapa orang tidak dikenal mengantar mereka ke depan rumah Gubernur Provinsi Sulu Abdusakur Tan Junior di tengah hujan lebat. Setelah dijamu di sana, mereka diterbangkan ke Kota Zamboanga dan diterima perwakilan Indonesia.  

Jet pribadi bernomor lambung BA 1486 membawa kesepuluh eks sandera Abu Sayyaf itu mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah sekitar pukul 23:10. Termasuk yang menjemput kesepuluh anak buah kapal Anand 12 itu adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Abu Sayyaf menyandera sepuluh warga Indonesia itu setelah membajak kapal Brahma dan Anand 12 pada 26 Maret lalu. Kelompok beroperasi di Filipina Selatan ini masih menyandera empat warga Indonesia lainnya sehabis membajar dua kapal lagi pada 15 April.

Setibanya di Halim, sepuluh mantan sandera Abu Sayyaf itu langsung diangkut ke RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. "Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, pemerintah akan menyerahkan mereka kepada keluarga masing-masing," kata Retno marsudi kepada wartawan.

Retno tidak memberikan penjelasan apakah pembebasan itu berlangsung setelah uang tebusan 50 juta peso diminta Abu Sayyaf telah dibayarkan. Dia juga tidak berbicara soal empat warga Indonesia masih dalam sekapan Abu Sayyaf.

Berikut identitas kesepuluh warga Indonesia telah dibebaskan oleh Abu Sayyaf itu:

1 Peter Tonson Barahama, asal Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Batam
2 Julian Philip, warga Kelurahan Sasarn, Kecamatan Tondang Utara, Kabupaten Minahasa
3 Alvian Elvis Peti, dari Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanung Priok, Jakarta Utara
4 Mahmud, penduduk Kelurahan Telaga Biru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
5 Surian Syah, asal Kelurahan Watu Bangga, Kecamatan Baruga, Kabupaten Kendari, Sulawesi tenggara
6 Surianto, warga Gilireng, Wajo, Sulawesi Selatan
7 Wawan Saputra, dari Kelurahan Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kota Palopo, Sulawesi Tengah  
8 Bayu Oktavianto, penduduk Kelurahan Miliran Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
9 Rinaldi, asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan
10 Wendi Raknadian, warga Kelurahan Pasar Ambacang, Padang Sumatera Barat

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpose bersama enam warga Indonesia pernah disandera di Kota Benghazi, Libya, dan keluarga mereka seusai acara serah terima di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia bebaskan enam warganya disandera di Benghazi

Mereka ditawan selama tujuh bulan.

Keharuan menyelimuti proses penyerahan empat mantan sandera Indonesia di Somalia oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya, 31 Oktober 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat mantan sandera di Somalia diserahkan kepada keluarga

Keempat pelaut Indonesia ini termasuk dalam 26 sandera dibebaskan oleh perompak Somalia pada 22 Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 24 Oktober 2016 memberikan jumpa pers soal pembebasan 26 sandera oleh perompak Somalia, termasuk empat pelaut Indonesia. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Satu pelaut Indonesia meninggal saat disandera perompak Somalia

Pemerintah membantah membayar uang tebusan untuk membebaskan empat pelaut itu.





comments powered by Disqus