kabar

Pembebasan sepuluh sandera Abu Sayyaf asal Indonesia sangat berarti bagi Filipina

Almendras bilang rakyat Indonesia mesti bangga terhadap pemerintah Indonesia. Sebab, tanpa usaha keras pemerintah, sepuluh warga negara Indonesia itu tidak bakal mampu dibebaskan.

04 Mei 2016 22:49

Menteri Luar Negeri Filipina Jose Rene Almendras mengakui pembebasan sepuluh warga negara Indonesia dari sekapan kelompok Abu Sayyaf sangat berarti bagi negaranya.

"Saya berterima kasih atas semua dukungan telah diberikan oleh Indonesia kepada kami," kata Almendras dalam jumpa pers bareng dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta hari ini, setelah keduanya menggelar pertemuan. "Saya ingin bilang pembebasan sepuluh warga negara Indonesia sangat berarti bagi kami. Kami sangat senang dan bahagia hal itu terjadi."

Kesepuluh sandera ini dibebaskan Minggu siang lalu dan tiba di Jakarta malamnya dengan dijemput sejumlah pejabat, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Abu Sayyaf menyandera sepuluh warga Indonesia itu setelah membajak kapal Brahma dan Anand 12 pada 26 Maret lalu. Kelompok beroperasi di Filipina Selatan ini masih menyandera empat warga Indonesia lainnya sehabis membajar dua kapal lagi pada 15 April.

Almendras bilang rakyat Indonesia mesti bangga terhadap pemerintah Indonesia. Sebab, tanpa usaha keras pemerintah, sepuluh warga negara Indonesia itu tidak bakal mampu dibebaskan. "Upaya mereka, inisiatif mereka, di mana kami bekerja sama dengan mereja dan melihat hasilnya," ujarnya. Kami berharap pembebasan empat sandera lainnya bisa terwujud.

Pada kesempatan itu, Retno kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Filipina atas kerja sama dalam pembebasan sepuluh warga Indonesia itu. "Kerja sama baik kita harapkan dalam upaya kita melepaskan empar warga negara kita sampai saat ini masih disandera oleh kelompok bersenjata," tuturnya.

Pertemuan kedua menteri luar negeri ini berlangsung sehari menjelang pertemuan trilateral melibatkan Indonesia, Filipina, dan Malaysia, dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta besok. "Kehadiran kami di sini sekali lagi menunjukkan Filipina sangat tertarik dan mendukung gagasan Indonesia untuk duduk bersama serta mencapai kesepakatan buat memerangi kegiatan ilegal telah mengganggu jalur pelayaran," kata Almendras.

Pertemuan trilateral itu bakal melibatkan menteri luar negeri dan panglima angkatan bersenjata dari ketigas negara.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar tuduh Arab Saudi halangi warganya berhaji

"Tahun ini tidak ada seorang pun warga Qatar benar-benar berupaya untuk berhaji karena mereka sadar tidak mungkin ke sana (Makkah) dalam situasi seperti sekarang," kata manajer sebuah agen perjalanan haji di Ibu Kota Doha, Qatar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpose bersama enam warga Indonesia pernah disandera di Kota Benghazi, Libya, dan keluarga mereka seusai acara serah terima di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia bebaskan enam warganya disandera di Benghazi

Mereka ditawan selama tujuh bulan.

Keharuan menyelimuti proses penyerahan empat mantan sandera Indonesia di Somalia oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya, 31 Oktober 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat mantan sandera di Somalia diserahkan kepada keluarga

Keempat pelaut Indonesia ini termasuk dalam 26 sandera dibebaskan oleh perompak Somalia pada 22 Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 24 Oktober 2016 memberikan jumpa pers soal pembebasan 26 sandera oleh perompak Somalia, termasuk empat pelaut Indonesia. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Satu pelaut Indonesia meninggal saat disandera perompak Somalia

Pemerintah membantah membayar uang tebusan untuk membebaskan empat pelaut itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Qatar tuduh Arab Saudi halangi warganya berhaji

"Tahun ini tidak ada seorang pun warga Qatar benar-benar berupaya untuk berhaji karena mereka sadar tidak mungkin ke sana (Makkah) dalam situasi seperti sekarang," kata manajer sebuah agen perjalanan haji di Ibu Kota Doha, Qatar.

18 Agustus 2018

TERSOHOR