kabar

Perempuan Arab Saudi kini berhak pegang buku nikah

Kebijakan ini dikeluarkan dengan alasan seorang perempuan membutuhkan buku nikah ketika terjadi perselisihan dengan suaminya dan di pengadilan.

05 Mei 2016 23:08

Kementerian Kehakiman Arab Saudi telah mengumumkan aturan baru memberi hak bagi pengantin perempuan memegang buku nikah. Selama ini hanya kaum lelaki saja dibolehkan memiliki buku nikah.

Menurut Menteri Kehakiman Walid as-Samaani, para ulama mencatat pernikahan mesti memberikan buku nikah kepada pengantin perempuan agar dia mengetahui hak-haknya dan segala yang diatur dalam kontrak pernikahan.

"Keputusan ini buat melindungi hak-hak kaum hawa dan memfasilitasi prosedur buat mereka," kata Kementerian Kehakiman lewat keterangan tertulis, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency. Kebijakan ini dikeluarkan dengan alasan seorang perempuan membutuhkan buku nikah ketika terjadi perselisihan dengan suaminya dan di pengadilan.

Hak-hak kaum hawa di negara Kabah itu memang dibatasi. Mereka perlu izin muhrim bila ingin bepergian dan bekerja, serta dilarang mengemudi.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus