kabar

Pengusaha Saudi diculik di Mesir telah dibebaskan

Hasan Ali as-Sanad dilepaskan tanpa membayar uang tebusan.

06 Mei 2016 08:57

Hasan Ali as-Sanad, pengusaha asal Arab Saudi telah diculik lebih dari sepekan di Mesir, akhirnya dibebaskan kemarin.

Sanad diculik oleh geng lelaki bertopeng pada 26 April dalam perjalanan dari Kota Ismailiya ke Ibu Kota Kairo, setelah dia meninggalkan pabriknya menuju bandar udara.

Para penyekap kemudian memutuskan untuk melepaskan Sanad dan sopirnya. "Mereka membebaskan dia dengan memberikan telepon seluler, sehingga dia bisa menghubungi putra atau keluarganya di Kairo," kata Ali Azazi, Direktur Departemen Keamanan Ismailiya. Dia menambahkan Sanad masih berada di Mesir.

Azazi menjelaskan hasil penyelidikan awal menunjukkan Sanad dilepaskan tanpa membayar uang tebusan. Dia juga dalam keadaan sehat.

Direktur Departemen Kepolisian Ismailiya Kolonel Mahmud Khalil minggu lalu bilang dalam perjalanan menuju Kairo, mobil ditumpangi Sanad dicegat satu geng bersenjata.

Arab Saudi tahun lalu memperingatkan warga negaranya untuk waspada saat berbisnis di negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Diplomat Sudan diterbangkan ke Israel untuk dirawat karena Covid-19 akhirnya meninggal

Hubungan Israel-Sudan mencair setelah Al-Burhan bertemu Netanyahu di Uganda Februari lalu. Kedua pemimpin sepakat buat menormalisasi relasi kedua negara.





comments powered by Disqus