kabar

Aljazair bangun masjid raksasa bermenara tertinggi di dunia

Masjid terbesar ketiga sejagat ini akan dilengkapi perpustakaan berkoleksi satu juta buku dan sebuah sistem mampu mengurangi efek gempa 9 skala Richter menjadi seperti goyangan lindu 3,5 Richter.

07 Mei 2016 09:20

Aljazair tengah membangun sebuah masjid raksasa dengan menara tertinggi sejagat. Masjid Jamaa al-Jazair ini bakal memiliki ruang salat berukuran 20 ribu meter persegi dengan satu menara setinggi 265 meter.

Masjid ini bakal mampu menampung hingga 120 ribu jamaah. Masjid menghadap ke arah Teluk Aljir itun juga akan dilengkapi sebuah perpustakaan berkoleksi satu juta buku, sekolah Al-Quran, dan satu museum seni dan sejarah Islam.

Masjid berlokasi di Ibu Kota Aljir itu terletak di antara kawasan wisata dan permukiman kelas pekerja, pernah menjadi basis kaum ekstremis.

Negara Arab di Afrika Utara ini pernah dilanda perang saudara pada 1990-an. Konflik bersenjata antara pemerintah dan kelompok Islam radikal ini menewaskan sekitar 200 ribu orang.

Lebih dari dua dasawarsa kemudian, sejumlah milisi masih aktif di sebagian wilayah Aljazair. Negara ini dalam beberapa tahun belakangan dihantam beberapa serangan mematikan diklaim oleh Al-Qaidah.

"Sebagian orang menuding kami sedang membangun sebuah kuil buat kaum ekstremis," kata Ahmad Madani, penasihat bagi menteri perumahan, bertanggung jawab atas proyek dikerjakan oleh China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), perusahaan konstruksi asal Cina. "Sebaliknya, masjid ini akan menjadi pukulan telak buat kelompok ekstremis. Mereka salah satu penentang proyek ini."

Pembangunan masjid itu diperkirakan selesai tahun depan. Madani berharap Masjid Jamaa al-Jazair bakal menjauhkan kaum muslim dari masjid-masjid dikelola oleh kelompok Islam garis keras. "Masjid ini akan menjadi sebuah simbol Islam moderat di Aljazair sekaligus benteng terhadap semua bentuk ekstremisme," ujarnya.

Menurut Madani, para pejabat Aljazair sudah mempertimbangkan gagasan untuk membangun sebuah masjid raksasa sejak 1962, setelah Aljazair memperoleh kemerdekaan dari Prancis. Dia menambahkan mimpi itu mulai menjadi kenyataan sehabis Abdul Aziz Bouteflika terpilih sebagai presiden pada 1999.

Dia menjelaskan Bouteflika dikenal sebagai lelaki saleh dan pengagum setia seni budaya Islam. Dia dihormati banyak pihak karena perannya mengakhiri perang saudara, namun kelompok oposisi dan hak asai manusia menuding presiden 79 tahun ini memerintah dengan gaya otoriter.

"Masjid itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah," tutur Madani. Di sana juga akan berdiri sekolah Al-Quran dapat menampung 300 pelajar. "Ia juga bakal menjadi sebuah tempat menghubungkan antara keyakinan dan kebudayaan."

Negara kaya minyak ini sudah dihuni lebih dari 30 ribu masjid.

Menteri Perumahan Aljazair Abdul Ajid Tebboune bilang pembangunan Masjid Jamaa al-Jazair, dijuluki Masjid Bouteflika oleh sebagian orang, dimulai pada 2012, ketika harga minyak sedang tinggi.

Empat tahun kemudian, pendapatan Aljazair melorot lantaran harga minyak mentah global merosot sejak pertengahan 2014. Sehingga cadangan devisa negara anjlok.

Pembangunan Masjid Jamaa al-Jazair itu menelan dana US$ 1,4 miliar. Para pengkritik menilai anggaran sebanyak ini lebih bermanfaat bila dipakai untuk mendirikan rumah-rumah sakit dan meningkatkan layanan kesehatan.

Seorang arsitek mengakui butuh banyak waktu untuk menyelesaikan proyek itu, terkait instalasi teknis dan dekorasi mural, termasuk kaligrafi, masih belum selesai.

Masjid terbesar ketiga di dunia - setelah Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah - ini juga akan dilengkapi dengan panel-panel surya dan sebuah sistem canggih untuk menampung air hujan kemudian diolah buat keperluan lain.

Aljzair dikenal rutin dihantam gempa. Lindu pada 2003 melanda kota pantai Boumerdes, sebelah timur Ibu Kota Aljir, menewaskan hampir tiga ribu orang dan melukai sepuluh ribu lainnya.

Tapi Madani bilang tidak perlu cemas. Sebab masjid itu telah dilengkapi sebuah sistem mampu mengurangi efek gempa 9 skala Richter menjadi seperti goyangan lindu 3,5 Richter.  

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus