kabar

Menteri haji Arab Saudi berdarah Banten

Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani adalah doktor rekayasa komputer lulusan dari sebuah universitas di Amerika Serikat.

09 Mei 2016 08:18

Perombakan kabinet dilakukan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memunculkan wajah Indonesia. Dalam kabinet baru diumumkan penguasa negara Kabah itu Sabtu lalu, lelaki berdarah Banten menjabat menteri haji dan umrah.

Menteri haji dan umrah Arab Saudi berdarah Banten itu bernama Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani, di beragam laporan nama belakangnya ditulis Bentin atau Benten.

"Menteri haji sekarang masih keturunan Indonesia. Dia berdarah Banten, sama seperti saya," kata Ketua Komite Bilateral Timur Tengah Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Muhammad Hasan saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini. Pendiri sekaligus CEO Gaido Group ini berharap hal itu bisa membantu kelancaran dan peningkatan layanan terhadap jamaah haji asal Indonesia.

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memang sudah berlangsung lama dalam hal kebudayaan dan Islam. Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, ulama asal Banten di abad ke-19 amat dikenal di negara Kabah itu.

Namanya lelaki wafat pada 1897 itu kian tersohor setelah menjadi Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, menggantikan Syekh Achmad Khotib asy-Syambasi atau Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, kedua juga dari Indonesia. Bahkan ulama sudah menghasilkan 115 kitab itu dijuluki pemimpin ulama Hijaz.  

Menurut Alwi Syihab, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam), pendiri Nahdhatul Ulama Kiai Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan juga pernah belajar Islam di Makkah.

Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani adalah doktor rekayasa komputer lulusan dari sebuah universitas di Amerika Serikat. Selain menjabat menteri haji dan umrah, dia juga menjadi Presiden Pos Arab Saudi. 

Kabah di Kota Makkah, Arab Saudi. (Arab News)

Pejabat MUI sebut larangan berziarah di Makkah pelecehan terhadap umat Islam

"Alasan utama pemurnian akidah terkesan sangat subyektif itu secara tidak langsung merendahkan dan mereduksi kualitas peziarah."

Pengumuman resmi  dari Kementerian Haji Arab Saudi soal larangan berziarah ke Jabal Nur. (Albalad.co/Istimewa)

Cegah bidah umrah hambar

Bidah dan syirik menjadi alasan pelarangan ziarah ke 30 lokasi di sekitar Makkah.

Surat melarang berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Makkah, Arab Saudi. (Albalad.co/Istimewa)

Arab Saudi larang jamaah umrah berziarah ke 30 lokasi di Makkah

Larangan itu berlaku sejak 19 April dan tidak memiliki batas waktu. Siapa saja melanggar didenda Rp 18,5 juta.

Jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan salat di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Agustus 2017. (Arab News)

Arab Saudi protes soal Pancasila dan nasyid Ya Lal Wathan saat sai

Pemerintah Arab Saudi melarang keras politisasi umrah dan haji.





comments powered by Disqus