kabar

Raja Salman gelontorkan US$ 80 juta buat kampanye Netanyahu

Raja Salman menyerahkan uang itu melalui orang kepercayaannya di Spanyol, Muhammad Iyad Kayali. Fulus ini kemudian disalurkan lewat pebisnis Israel, Teddy Sagi.

09 Mei 2016 08:13

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendanai kampanye Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum tahun lalu.

Anggota Knesset (parlemen Israel) sekaligus pemimpin Partai Buruh Isaac Herzog bilang pada Maret 2015 Raja Salman menyerahkan uang US$ 80 juta untuk mendukung kampanye Netanyahu melalui warga negara Spanyol berdarah Suriah Muhammad Iyad Kayali.

"Uang itu disimpan dalam rekening sebuah perusahaan di British Virgin Islands dimiliki Teddy Sagi, pengusaha sekaligus miliarder asal Israel," kata Herzog mengutip bocoran dokumen dikenal nama Panama Papers. "Sagi kemudian mengalokasikan duit ini untuk membiayai kampanye Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."

Selain Raja Salman, dalam bocoran 11,5 juta dokumen milik Mossack Fonseca, firma hukum berkantor pusat di Panama City, itu juga ada nama sejumlah elite-elite Arab, termasuk Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif.

Dalam pemilihan umum digelar pada 17 Maret 2015 itu, Partai Likud dipimpin Netanyahu menang dengan meraup 30 kursi di Knesset. Disusul Persatuan Zionis di bawah komando Isaac Herzog (24 kursi) dan gabungan partai Arab Joint List dikomandoi Aiman Udah (13 kursi).

Muhammad Iyad Kayali memang orang dekat Raja Salman sebelum dia naik takhta. Dia adalah tangan kanan Pangeran Salman di Spanyol semasa dia masih menjabat Menteri Pertahanan Arab Saudi sekaligus Gubernur Makkah.

Kayali memulai kariernya sebagai staf lokal di Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Madrid, Spanyol, pada 1970-an. Tugasnya saban hari urusan administrasi.

Sumber-sumber diplomatik mengungkapkan keberuntungan menghampiri Kayali lantaran dia jenius dan memiliki insting bagus dalam membina jaringan serta bisnis. Hingga akhirnya Pangeran Salman menggaet dia sebagai orang kepercayaannya di negara Matador itu.

Hingga kini Kayali - berkewarganegaraan Spanyol dan Arab Saudi - dipercaya mengurusi bisnis properti Raja Salman di Spanyol. Dari sanalah dia mengumpulkan harta dan menjadi Arab supertajir. Dia juga menjabat Presiden Direktur Euromykasa, perusahaan konstruksi terlibat dalam pembangunan hotel kepunyaan Raja Spanyol Juan Carlos I di Kota Barcelona, diresmikan pada 1992.

Kayali selalu menjadi tamu undangan Raja Salman dalam perayaan hari lahir Arab Saudi saban 23 September. Dia memiliki rumah mewah di Madrid dan Marbella, tidak jauh dari Istana El Rocio kepunyaan Raja Salman. Dia juga sering bolak balik London dan Riyadh karena punya rumah di sana.

Sedangkan Teddy Sagi adalah pebisnis Israel merupakan pendiri Playtech, perusahaan peranti lunak dan layanan judi. Dia juga pemegang saham mayoritas di Market Tech Holdings, memiliki Camden Market, kawasan wisata paling diminati pelancong asing di Ibu Kota London, Inggris, setelah Istana Buckingham.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu belum setujui permintaan Yordania untuk bantuan pasokan air

Netanyahu juga tidak memasukkan Yordania ke dalam daftar 30 negara sahabat akan diberi vaksin Covid-19 secara gratis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani vaksinasi Covid-19. (GPO)

Netanyahu sebut empat negara lagi siap bina hubungan diplomatik dengan Israel

"Saya kemarin berbicara dengan pemimpin salah satu dari keempat negara itu."





comments powered by Disqus