kabar

Hantu Mustafa

Mustafa Badruddin tidak mempunyai SIM, paspor, rekening bank, dan properti atas nama dirinya.

15 Mei 2016 16:39

Ilyas Saab, Sami Isa, Safi Badr, Zulfikar. Semuanya nama samaran dari komandan militer Hizbullah Mustafa Amin Badruddin. Dia mirip hantu tanpa jejak.

Amat sangat sedikit catatan mengenai Badruddin, terbunuh pekan ini akibat serangan artileri di markas Hizbullah dekat bandar udara Damaskus. Padahal dia salah satu tokoh paling penting dalam Hizbullah. Badruddin menggantikan Imad Mughniyah sebagai komandan militer setelah ipar sekaligus sepupunya ini tewas pada 2008 dalam operasi gabungan CIA-Mossad di Damaskus.

Dia dilahirkan pada 6 April 1961 di Ghobairi, pinggiran selatan Ibu Kota Beirut, Libanon. Satu kakinya pincang akibat luka dalam pertempuran bareng milisi pro-Palestina dan pan-Arabis menghadapi invasi Israel ke Libanon pada 1982.

Dia dikenal dengan nama Sayyid Zulfikar. Sayyid mengisyaratkan dia masih keturunan Nabi Muhammad. Zulfikar adalah nama pedang Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus mantu Rasulullah, juga tokoh paling dipuja kaum Syiah.

Badruddin mulai bergabung dengan kelompok militan pada 1970-an dan ikut membantu mendirikan Hizbullah, milisi Syiah sokongan Iran, pada 1985.

Dia dikenal ahli meracik bom, dipakai dalam dua serangan terhadap barak militer Amerika Serikat dan Prancis di Beirut pada 1983, menewaskan 305 orang. Serangan ini didalangi oleh Imad Mughniyah, komandan militer Hizbullah saat itu sekaligus mentornya. Dia dan Mughniyah dikabarkan menonton ledakan di dua barak itu dari atap sebuah bangunan tidak jauh dari lokasi.   

Setahun kemudian, Badruddin sendirian mendalangi pengeboman Kedutaan Besar Amerika di Kuwait, membunuh enam orang. Dia berhasil ditangkap, dipenjara, dan divonis hukuman mati. Beruntung, Presiden Irak Saddam Husain menginvasi Kuwait pada 1990 dan dia dibebaskan. Dia kemudian berlindung ke Kedutaan Besar Iran, lalu dievakuasi ke Teheran dan akhirnya balik lagi ke Beirut.

Keberadaannya setelah itu misterius. Namanya baru muncul lagi pada 2011, ketika tim jaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelidiki Bom Beirut 2005 menewaskan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri, menjatuhkan dakwaan atas Badruddin. Mereka menuding dia menjadi koordinator serangan membunuh miliarder tersohor itu.

Dokumen pengadilan khusus bentukan PBB untuk kasus Hariri hanya memiliki sedikit catatan soal riwayat hidup Badruddin. Dia kuliah ilmu politik di the Lebansese American University pada 2002-2004. Dia menyetir sendiri Mercedes Benz, memiliki toko perhiasan Samino di Beirut dan sebuah apartemen di Juniyah, kota pantai berjarak 16 kilometer sebelah utara Beirut dikenal dengan kehidupan malamnya.

Dia memiliki 13 nomor telepon. Dalam kontaknya, jaksa mengungkapkan terdapat nomor teman kuliah dan rekan bisnis, pejabat dan pengawal Hizbullah, anggota keluarga, dan pacar-pacarnya.

Hampir tidak ada foto Badruddin. Pengadilan khusus PBB cuma punya dua gambar: satu foto Badruddin masih remaja dan satunya lagi saat dia mendekam di penjara Kuwait.

Ketika mengumumkan kematiannya Jumat lalu, Hizbullah melansir foto Badruddin berseragam militer dengan wajah tersenyum. Jenazahnya dikuburkan hari itu juga.

Hanya sedikit catatan pribadi tentang Badruddin. Para penyelidik di pengadilan khusus PBB bilang dia tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) atau paspor, properti atas namanya, tak ada catatan dia pernah meninggalkan Libanon, tanpa rekening bank, dan tidak ada foto dirinya ketika pembunuhan Hariri terjadi.

Dalam sidang perdana in absentia di Den Haag, Belanda, tim jaksa mengatakan, "Dia (Badruddin) bepergian seperti hantu tanpa diketahui dan tidak ada jejak."

Badruddin merupakan satu dari empat terdakwa diadili secara in absentia dalam kasus pembunuhan Hariri, politikus Libanon paling tersohor setelah berakhirnya perang saudara selama 15 tahun.

Hizbullah secara tegas membantah terlibat dalam kematian Hariri. Milisi Syiah paling berkuasa di Libanon ini juga tidak mengakui pengadilan bentukan PBB itu.

Beberapa tahun belakangan, Badruddin dikenal memimpin pasukan Hizbullah dalam memerangi pemberontak Suriah. Diperkirakan 900 anggota Hizbullah, termasuk Jihad Mugniyah, putra dari Imad Mughniyah, terbunuh dalam perang membela Presiden Suriah Basyar al-Assad itu.

Karena keterlibatannya di Suriah, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 2012 memasukkan nama Badruddin dalam daftar hitam.

Seorang wartawan investigasi Israel, tengah menulis buku soal sejarah Mossad, bilang serangan membunuh Jihad Mughniyah di dekat Dataran Tinggi Golan tahun lalu sebenarnya ditujukan kepada Badruddin.

Badruddin akhirnya mengembuskan napas terakhir, tapi bukan oleh Israel. Hizbullah mengumumkan dia menjadi syuhada akibat serangan artileri kaum takfiri, sebutan Hizbullah bagi para pemberontak Sunni.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah. (Iraqi News)

Hasan Nasrallah mengaku bergaji US$ 1.300

Nasrallah memperkirakan Perang Suriah bakal rampung dalam satu atau dua tahun lagi.





comments powered by Disqus