kabar

Cek telepon seluler suami, perempuan ekspatriat Arab bakal dideportasi dari UEA

Dia juga dikenai denda 150 ribu dirham. Dia curiga suaminya berselingkuh.

19 Mei 2016 01:50

Pengadilan di Emirat Ajman, Uni Emirat Arab, Kamis pekan lalu memvonis seorang perempuan ekspatriat Arab dengan hukuman denda 150 ribu dirham (US$ 40.843) dan deportasi ke negara asalnya. Dia terbukti bersalah melanggar privasi setelah memeriksa telepon seluler suaminya tanpa izin, seperti dilansir surat kabar Gulf News.

Pengacara terdakwa bilang kliennya menuding suaminya berselingkuh. Perempuan itu mengakui kepada hakim, dia memeriksa isi telepon seluler suaminya dan memindahkan sejumlah foto perselingkuhan suaminya ke telepon selulernya.

Sang suami lalu menggugat dan pengadilan memutuskan istrinya bersalah melanggar undang-undang soal kejahatan di dunia maya.

Kedua pasangan ini sama-sama berusia 30-an tahun.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus