kabar

Irak matikan Internet agar peserta ujian nasional tidak bisa mencontek

Pemblokiran juga terjadi tahun lalu.

19 Mei 2016 20:34

Selama tiga hari, 14-16 Mei lalu, pemerintah Irak mematikan Internet di seantero negeri untuk mencegah peserta ujian nasional mencontek. Tiap kali dimatikan, berlangsung dari jam lima hingga pukul delapan pagi.

Keputusan untuk mematikan koneksi Internet terjadi saat pelajar kelas 3 SMP dan 3 SMA sedang menjalani ujian nasional. Pemblokiran Internet di negara Dua Sungai itu diungkapkan perusahaan pengiriman konten Akamai dan perusahaan penganalisa kinerja Internet Dyn Research.  

Pemblokiran Internet di Irak ini serupa tahun lalu. "Tentu saja banyak pertanyaan soal pemblokiran Internet tahun lalu, tapi pemblokiran tahun ini terjadi bersamaan dengan pelaksanaan ujian nasional dan tidak perlu lagi penjelasan," kata Doug Madory, direktur analisa Internet di Dyn Research, kepada situs teknologi Vocativ.

Deji Olukotun, manajer advokasi global di Access Now, salah satu kelompok mengajukan petisi kepada pemerintah Irak saat Internet dimatikan tahun lalu, mengatakan, "Sekarang cerita sama berulang lagi."

Penyedia layanan Internet, EarthLink, mengumumkan pemblokiran ini di laman Facebooknya pada 16 Mei lalu. "Seperti diinstruksikan oleh Kementerian Komunikasi, layanan Internet bakal dimatikan di seluruh wilayah Irak selama waktu ujian nasional dari pukul lima hingga jam delapan pagi untuk semua perusahaan di seluruh provinsi."

Pemblokiran ini memang efektif mencegah peserta ujian mencontek dengan memanfaatkan perangkat telekomunikasi berkoneksi Internet, namun tiap orang dan sektor bisnis juga menjadi korban.

Menurut Dyn Research, wilayah Kurdistan tidak mengalami pemblokiran Internet karena merupakan wilayah otonomi khusus.

Tahun lalu Irak juga mematikan koneksi Internet di daerah-daerah dikuasai ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk menghentikan penyebaran propaganda mereka.

Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menghadiahkan Kalashnikov dan peluru emas kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat berkunjung ke Islamabad pada 15 Januari 2019. (Twitter)

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Milisi Asy-Syabab menyerbu Hotel Dusit di Ibu Kota Nairobi, Kenya. (Nairobi News)

Asy-Syabab serbu hotel mewah di Nairobi

Penyerang berjumlah empat orang.

Perempuan Arab Saudi mengendarai sepeda motor. (Arab News/Supplied)

1.600 warga Arab Saudi jalani operasi ganti kelamin

Kebanyakan adalah perempuan ingin menjadi lelaki.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR