kabar

Kematian Mullah Mansyur dan sokongan Iran buat Taliban

Kunjungan Mullah Mansyur ke Iran dinilai sebagai pengkhianatan.

24 Mei 2016 02:43

Hingga kemarin, jenazah pemimpin Taliban Mullah Akhtar Mansyur masih tersimpan di sebuah rumah sakit militer di Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, selatan Pakistan. Kondisinya gosong dengan leher terpenggal.

Mullah Mansyur tewas Sabtu pekan lalu setelah sebuah taksi sewaan dia tumpangi sendirian diserang pesawat pengebom nirawak milik Amerika Serikat. Kejadiannya sekitar pukul 3:45 sore di jalan utama di kawasan Ahmad Wal, Balochistan. Di provinsi ini banyak pemimpin senior Taliban tinggal.

Seorang pejabat dari Distrik Nushki menemukan sebuah paspor dan kartu identitas dari dalam tas atas nama Muhammad Wali, warga Killa Abdullah di Balochistan.

Kematian Mullah Mansyur, 51 tahun - diangkat sebagai pemimpin Taliban tahun lalu setelah sang pendiri Mullah Umar wafat - membuka rahasia soal adanya hubungan antara Taliban dan Iran. Meski kedua pihak berbeda ideologi. Taliban berpaham Wahabi dan Iran merupakan pusat Syiah.

Menurut paspor itu, Mullah Mansyur Sabtu subuh menyeberang ke Pakistan dari Iran lewat perlintasan Taftan, sekitar 450 kilometer dari lokasi dia terbunuh. Dia masuk ke Iran pada 28 Maret lalu menurut cap imigrasi di paspornya.

Iran kemarin membantah Mullah Mansyur memasuki Pakistan dari perbatasan Iran. "Iran menyambut baik segala usaha untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Afghanistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Husain Jabari Ansari.

Belum diketahui ke mana tujuan Mullah Mansyur di Iran, apakah perjalanannya diatur secara rahasia oleh Garda Revolusi Iran, atau apakah dia tinggal di komunitas Afghanistan di timur Iran, khususnya di kota Masyhad dan Zahidan.  
 
Dokumen Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan Iran memasok peluru kendali dari darat ke udara dan proyektil bahan peledak buat Taliban.

Iran dinilai berkepentingan untuk menyokong Taliban buat memerangi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) kian berkembang di Afghanistan.

Kalau memang benar Mullah Mansyur membina hubungan dengan negara Mullah itu, ahli kawasan Michael Semple menilai perjalanan sang mullah bakal memicu kemarahan para pentolan Taliban lainnya. "Taliban memiliki daftar panjang perbedaan dengan Iran dan banyak yang akan mengira mendekat ke Iran adalah sebuah pengkhianatan atas nilai-nilai Wahabi diyakini Taliban selama ini," ujarnya.  

Seorang pejabat di Dalbandin, wilayah Pakistan berbatasan dengan Iran, pun tidak yakin negeri Persia itu menyokong Taliban. Apalagi pada 1998, Taliban pernah membunuh sepuluh diplomat Iran di Kota Mazar i Syarif, Afghanistan.

Meski begitu, sejumlah pejabat polisi dan intelijen di barat Afghanistan kerap mengeluhkan kelompok Taliban di daerah itu memperoleh pasokan senjata dan pelatihan dari Iran.  

Mullah Mansyur bisa saja berkhianat. Apalagi banyak pemimpin senior Taliban menuding dia tidak sesaleh Mullah Umar dan hanya memperkaya diri sendiri.

Kalau sudah begini, Majelis Syura Taliban tidak mau terburu-buru memilih nahkoda baru. Mullah Muhammad Yakub, putra tertua dari mendiang Mullah Umar dan diyakini berusia 25 tahun, menjadi kandidat kuat.

"Yakub tokoh inklusif dan non-kontroversial," kata Rahimullah Yusafzai, wartawan sekaligus pengamat Taliban ternama di Pakistan. "Para sesepuh Taliban mungkin memutuskan pemimpin baru muda dan berenergi."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibh Kota Damaskus, Suriah. (NPA)

Saudi segera buka lagi kedutaannya di Damaskus

Kepala badan intelijen Saudi bertemu bos intelijen Suriah di Damaskus Senin lalu.

Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi pada 6 Mei 2021 diberhentikan atas tuduhan korupsi. Dia sudah menduduki jabatan itu sejak 2013. (Gulf Business)

Qatar perintahkan tangkap menteri keuangan atas tuduhan korupsi

Emir Qatar telah memberhentikan Al-Imadi dari jabatannya.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.





comments powered by Disqus