kabar

Iran batal boikot haji tahun ini

Sebuah delegasi dari Iran hari ini bakal menandatangani kesepakatan haji sudah diteken seluruh negara.

25 Mei 2016 13:06

Pemerintah Iran akhirnya batal memboikot pelaksanaan haji tahun ini. Arab Saudi kemarin menerima permintaan negara Mullah itu untuk meneken kesepakatan haji.

Sebuah delegasi dari Iran hari ini bakal menandatangani kesepakatan haji sudah diteken seluruh negara. Dengan keputusan ini, Iran akan mengizinkan warga negaranya melaksanakan rukun Islam kelima itu ke tanah suci Makkah dan Madinah.

"Pemerintah Saudi telah mengirim undangan kepada Otoritas Haji Iran soal pelaksanaan ibadah haji tahun ini," kata Hamid Muhammadi, Asisten Direktur Otoritas Haji Iran. Delegasi ke Arab Saudi buat meneken kesepakatan itu bakal dipimpin Direktur Otoritas Haji Said Auhadi.

Kabinet Arab Saudi menuding negeri Persia itu berupaya mempolitisasi haji setelah Iran bulan lalu menolak meneken kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Riyadh menegaskan pihaknya tidak berniat mencegah warga negara Iran berhaji.

Arab News melaporkan Iran ingin visa haji diterbitkan di Iran, namun Saudi tidak siap lantaran kedutaan besarnya sudah ditutup setelah diserbu pengunjuk rasa Januari lalu. Saudi menjelaskan visa haji bagi jamaah Iran akan dikeluarkan di Dubai.

Pemboikoitan dilakukan Iran tadinya lantaran Saudi menolak permintaan agar jamaah haji Iran dibolehkan melakukan ritual sesuai ajaran Syiah dan berunjuk rasa.

Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran setelah kantor kedutaannya di Teheran dan konsulatnya di Masyhad dirusak pengunjuk rasa, marah setelah negara kabah itu mengeksekusi ulama Syiah Syekh Muhammad Nimr an-Nimr.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbincang dengan seorang anggota Komisi I Bidang pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Jakarta, 31 Agustus 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tunggu izin dari Saudi untuk minta sisa kuota dari negara tetangga

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sampai sekarang tidak menepati janji menambah kuota sepuluh ribu jamaah haji bagi Indonesia.

Aparat imigrasi Filipina memeriksa 177 jamaah haji Indonesia memakai paspor palsu Filipina untuk berhaji di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino di Ibu Kota Manila, 19 Agustus 2016. (Richie Lopa/Inter Aksyon)

106 jamaah haji via Filipina bebas dari proses hukum

Pada 19 Agustus lalu, 177 warga Indonesia ditahan imigrasi Filipina karena memaki dokumen palsu untuk berangkat haji.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (berbatik coklat) dan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir (berbatik merah) saat rapat konsultasi dengan pimpinan DPR membahas kuota haji di kompleks parlemen di Jakarta, 26 September 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Raja Saudi tidak tepati janji tambah kuota haji bagi Indonesia

Antrean bagi calon jamaah haji Indonesia sembilan hingga 41 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR