kabar

30 pelajar Iran dicambuk 99 kali karena ikut pesta campur

Operasi penegakan syariat Islam di Iran kian meningkat sejak koalisi reformis dan moderat menang dalam pemilihan parlemen Februari lalu.

28 Mei 2016 23:43

Lebih dari 30 mahasiswa dan mahasiswi Iran ditangkap, diinterogasi, dan dalam 24 jam masing-masing dicambuk 99 kali karena menghadiri pesta kelulusan berisi lelaki dan perempuan.

Kantor berita Mizan Kamis lalu melaporkan kejadian itu berlangsung di Kota Qazvin, sekitar 145 kilometer barat daya Ibu Kota Teheran.

Ismail Sadeghi Niaraki, Kepala Kejaksaan Qazvin, menjelaskan mahasiswi ikut dalam pesta itu digambarkan setengah telanjang, berarti tidak berjilbab atau berkerudung dan tak berabaya, ditangkap saat tengah asyik berjoget dan bergembira. Polisi menyerbu tempat itu setelah menerima laporan soal adanya sebuah pesta dihadiri lelaki dan perempuan di sebuah vila di pinggiran Qazvin.

Niaraki menambahkan 99 kali cambukan bagi tiap pelajar itu dilakukan setelah mereka selesai diperiksa. "Kami berharap ini bakal menjadi pelajaran bagi siapa saja melanggar norma-norma Islam di tempat tertutup," katanya.

Pesta campur lelaki dan perempuan, berjoget, dan menenggak minuman beralkohol memang dilarang di Iran. Namun hal ini menjadi kebiasaan dalam satu dasawarsa terakhir, terutama di kota-kota besar.

Hukuman cambuk rutin dipakai sebagai sanksi sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979. Namun belakangan ini praktek itu sekadar ancaman ketimbang benar-benar dilaksanakan.

Penangkapan di Qazvin itu terjadi sehari setelah polisi menyerbu pesta campur di Kerman dan Semnan, keduanya ibu kota provinsi. Kantor berita Islamic Republic News Agency melaporkan Rabu lalu, 23 orang ditahan di Kerman sedangkan 97 lainnya dibekuk di Semnan.

Pekan lalu, Iran juga menangkap delapan model Instagram tidak berkerudung.

Operasi penegakan syariat Islam di Iran kian meningkat sejak koalisi reformis dan moderat menang dalam pemilihan parlemen Februari lalu.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus