kabar

Pembantai di klub gay Orlando dua kali berumrah

Ayahnya pelaku bilang Tuhanlah berhak menghukum kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

13 Juni 2016 16:23

Umar Matin, pembantai di klub gay di Kota Orlando, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, ternyata sudah dua kali berumrah.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mansyur Turki hari ini mengungkapkan Matin berumrah sepuluh hari pada Maret 2011 dan delapan hari pada Maret 2012. Laporan lain menyebutkan dia juga sudah melaksanakan ibadah haji.

Nama lelaki 29 tahun itu tersohor ke seantero dunia setelah pukul dua dini hari Ahad lalu menyerbu klub gay Pulse di Orlando. Matin menembak serampangan ke arah para pengunjung klub dan menewaskan 49 orang serta melukai 53 lainnya. Presiden Amerika Barack Obama menyebut pembunuhan massal terburuk sepanjang sejarah negara adikuasa itu sebagai tindakan teror dan kebencian.

Siddique Matin, imigran asal Afghanistan, mengecam tindakan kejam putranya itu. Dia bilang Tuhanlah berhak menghukum kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Matin digambarkan oleh mantan istrinya sebagai lelaki memiliki gangguan emosi dan mental. Pria gampang marah ini bercita-cita menjadi polisi. Dia juga pernah bekerja sebagai pengawal bersenjata di G4S, perusahaan keamanan terbesar di dunia.

Lewat radio Bayan, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian di Orlando itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus