kabar

Arab Saudi berlakukan larangan merokok di tempat umum

Perokok dapat dikenai denda 200 riyal saban kali ketahuan merokok di tempat dilarang dan denda bertambah jika kesalahan diulangi.

14 Juni 2016 05:48

Arab Saudi sejak 6 Juni lalu memberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum. Undang-undang ini diterapkan 12 bulan setelah disetujui Raja Salman bin Abdul Aziz.

"Aturan baru ini melarang merokok di delapan tempat umum, termasuk tempat beribadah, institusi pendidikan, kesehatan, olahraga dan budaya, serta sosial dan lembaga amal," kata seorang sumber. Dia menambahkan mrokok juga dilarang di tempat kerja, perusahaan, kantor-kantor pemerintah, pabrik, bank, dan semua fasilitas transportasi umum.

Sumber itu menjelaskan jika ada ruangan khusus merokok di tempat umum, harus terisolasi dan siapa saja berusia di bawah 18 tahun dilarang masuk. Aturan baru itu juga tidak membolehkan diskon atas harga rokok dan rokok tidak boleh diberikan sebagai hadiah atau contoh gratis.

Dia menjelaskan rokok hanya boleh dijual dalam kemasan tertutup, tidak boleh dijual di gerai mesin dan dalam fasilitas transportasi umum. Produk-produk mempromosikan rokok tidak boleh diimpor, dijual, atau ditawarkan.

Sumber yang sama bilang pelanggar atas aturan itu bisa didenda hingga 20 ribu riyal. Perokok dapat dikenai denda 200 riyal saban kali ketahuan merokok di tempat dilarang dan denda bertambah jika kesalahan diulangi. "Uang denda akan dipakai buat membiayai kampanye bahaya merokok dan beragam lembaga amal terkait bahaya rokok," ujarnya.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus