kabar

Mursi divonis penjara seumur hidup atas dakwaan mata-mata

Pengadilan juga memutuskan Mursi bersalah karena memiliki dokumen rahasia curian terkait keamanan negara. Untuk dakwaan ini dia divonis 15 tahun penjara.

18 Juni 2016 22:17

Seorang pengadilan Mesir hari ini memvonis mantan Presiden Muhammad Mursi penjara seumur hidup atas dakwaan mata-mata, sedangkan enam terdakwa lainnya dikenai hukuman mati.

Keenam terdakwa ini termasuk tiga wartawan, yakni dua wartawan Al-Jazeera, Ibrahim Muhammad Hilal dan Alaa Umar Muhammad Sablan, serta Asma Muhammad al-Khatib, reporter media pendukung Al-Ikhwan al-Muslimun.

Abdul Munim Abdul Maksud, pengacara Mursi, menjelaskan kepada kantor berita AFP, pengadilan membebaskan Mursi dari dakwaan memasok dokumen rahasia ke Qatar namun menghukum dia dengan penjara seumur hidup karena memimpin organisasi terlarang.

Pengadilan juga memutuskan Mursi bersalah karena memiliki dokumen rahasia curian terkait keamanan negara. Untuk dakwaan ini dia divonis 15 tahun penjara.

Mursi tumbang lewat kudeta militer pada 2013. Dia sudah mendapat vonis hukuman mati atas satu kasus lainnya.

Mursi dan keenam terdakwa itu bisa mengajukan banding atas vonis mereka terima hari ini.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus