kabar

KBRI Damaskus gelar kursus bahasa Indonesia gratis bagi warga Suriah

Angkatan pertama berlangsung selama 19 Juni-19 Juli 2016 dengan 16 peserta.

20 Juni 2016 22:42

Setelah terhenti selama lebih dari satu dasawarsa, Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto kemarin meresmikan lagi Kursus Bahasa Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Damaskus, Suriah. Kursus gratis ini ditujukan bagi warga Suriah.

Angkatan pertama kursus bahasa Indonesia ini berjumlah 16 orang, seperti dilansir dalam siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co malam ini.

Dalam sambutan pembukaannya, Djoko menyampaikan di tengah konflik berkepanjangan melanda Suriah, KBRI Damaskus terus berupaya mempromosikan Indonesia, salah satunya melalui bahasa Indonesia. Dia berharap pembukaan kursus bahasa Indonesia dapat mempererat hubungan kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, penerangan dan pariwisata.

"Bahasa Indonesia tidak hanya dituturkan oleh lebih dari 250 juta manusia," kata Djoko. "Tetapi juga dapat dimengerti oleh sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand bagian selatan, Timor-Timur, dan bahkan sebagian Afrika Selatan."

Karena membludaknya peminat kursus, angkatan pertama dibagi dua kelas, yaitu pagi dan sore. Kelas sore diikuti oleh warga Suriah bekerja sebagai staf di KBRI dan kelas pagi diikuti oleh orang Suriah dari luar KBRI, salah satunya adalah calon kepala perwakilan Suriah di Jakarta, Ziad Zahruddin.

Ziad Zahruddin mengaku kagum terhadap Indonesia. Sebab, walau banyak suku dan bahasa daerah, tetapi masih dapat bersatu. "Saya berjanji akan berbicara dengan Duta Besar Djoko menggunakan bahasa Indonesia tidak lama lagi," ujarnya.
 
A.M. Sidqi, Pejabat Penerangan, Sosial, dan Budaya di KBRI Damaskus sekaligus koordinator kursus bahasa, menilai seluruh peserta antusias mengikuti kursus.
"Para peserta memiliki kepentingan sangat besar untuk menguasai bahasa Indonesia karena akan bekerja dan belajar di Indonesia dalam waktu dekat," tuturnya.

Kursus ini akan berlangsung pada 19 Juni hingga 19 Juli 2016 dengan empat pengajar. Waktu kursus tiga kali sepekan, yakni Ahad, Selasa, dan Kamis, masing-masing dua jam.

Sidqi yakin target dari kursus itu bisa tercapai. "Targetnya bisa omong dan kirim pesan pendek pakai bahasa Indonesia," katanya kepada Albalad.co lewat pesan WhatsApp.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan Indonesia kirim jamaah umrah

Setibanya di Saudi, jamaah harus menjalani karantina tiga hari di hotel sebelum mulai melaksanakan umrah.

Sejumlah pekerja tengah membersihkan halaman Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Lelaki Saudi tabrakkan mobilnya ke pintu masuk Masjid Al-Haram

Kejadian itu kecelakaan bukan disengaja.

Rekaman video polisi syariah Arab Saudi berusaha mengusir Fatmah Ibrahim Husain dari Mal Nakhil di Ibu Kota Riyadh gara-gara Fatmah memakai riasan mata. (YouTube)

Lelaki Saudi tikam penjaga Konsulat Prancis di Jeddah

Korban dalam keadaan stabil di rumah sakit. Polisi sudah menangkap pelaku.





comments powered by Disqus