kabar

Orang Kristen Palestina juga bilang Allahu Akbar

"Bagi kami, kata Allah tidak identik dengan Islam. Ini adalah sebuah kata dalam bahasa Arab untuk Sang Pencipta alam semesta," kata Uskup Theodosios.

21 Juni 2016 03:08

Di Indonesia banyak orang salah kaprah membedakan penggunaan kata Allah. Negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat ini mengklaim Allah (dibaca Alloh) hanya milik orang Islam, sedangkan kaum Nasrani membaca Allah sesuai ejaan.

Padahal aslinya, kata Allah ini dalam bahasa Arab berarti Tuhan. Sehingga orang-orang Arab Kristen pun menyebut Tuhan dengan kata Allah (dibaca Alloh) seperti sebutan kaum muslim.

Fenomena serupa juga terjadi di Malaysia. Bahkan negara mengakui Islam sebagai agama resmi itu melarang media Kristen menggunakan kata Allah.

Uskup Agung Sebastia Theodosios, 49 tahun, dari Kristen Orthodoks membenarkan. Lelaki Palestina bernama asli Atallah Hanna ini satu-satunya uskup Kristen Orthodoks asal Palestina menetap di Yerusalem, sedangkan semua uskup Kristen Orthodoks lainnya adalah orang Yunani.

Dalam wawancara lewat telepon dengan wartawan Nadezhda Kevorkova dari Russia Today, Theodosios banyak mengucapkan kalimat-kalimat lazim didengar dari mulut seorang muslim, seperti Alhamdulillah, Insya Allah, dan Masya Allah.

Saat beribadat di gereja pun, menurut Theodosios, orang-orang Kristen Orthodoks juga mengucapkan kata Allah. "Bagi kami, kata Allah tidak identik dengan Islam. Ini adalah sebuah kata dalam bahasa Arab untuk Sang Pencipta alama semesta," katanya. "Jadi ketika kami bilang Allah dalam doa kami berarti Pencipta alam semesta."

Dia menjelaskan komunitas Kristen Orthodoks biasa menggunakan kata Allah. Kami memuji Allah sepanjang waktu. "jadi salah kalau berpikir kata Allah itu cuma dipakai oleh kaum muslim," ujar Theodosios. "Kami orang-orang Arab Kristen mengatakan Allah dalam bahasa Arab sebagai cara untuk menyebut Sang Pencipta dalam doa-doa kami."

Israel sudah beberapa kali memenjarakan dia atau menyetop dia di perbatasan dan paspornya diambil. Di antara semua pemuka agama Kristen di Yerusalem, Theodosios satu-satunya tidak berhak melewati pintu VIP di bandar udara karena dia orang Palestina. "Bagi pemerintah Israel, saya bukan uskup, saya hanya orang Palestina biasa," tutur Theodosios.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus