kabar

Pengadilan Kairo tolak keputusan Sisi serahkan dua pulau kepada Arab Saudi

Lebih dari 150 pengunjuk rasa divonis dua hingga lima tahun penjara karena menentang keputusan Sisi.

22 Juni 2016 01:13

Para pengunjung bersorak gembira merayakan putusan Hakim Yahya ad-Dakruri kemarin dalam ruang sidang di sebuah pengadilan di Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia membatalkan keputusan Presiden Abdil Fattah as-Sisi buat menyerahkan dua pulau kepada Arab Saudi.

Dakruri bilang hukum tidak akan membiarkan perubahan status atas kedua pulau itu demi keuntungan negara lain.

Sesuai keputusan itu, Tiran dan Sanafir, dua pulau tidak berpenghuni di Laut Merah, akan tetap di bawah kedaulatan Mesir.  

Sisi April lalu menghadiahkan Tiran dan Sanafir kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. Dalam lawatannya ke Kairo itu, Raja Salman juga menjanjikan pinjaman buat memenuhi kebutuhan Mesir akan minyak dan pembangunan.

Kesepakatan itu dicapai bersamaan dengan rencana kedua negara membangun jembatan menghubungkan Arab Saudi dengan kota wisata Syarm asy-Syekh di Mesir.

"Keputusan ini akan dilaksanakan dan banding tidak akan menghentikan pelaksanaan (dari putusan pengadilan)," kata pengacara Ali Ayub, mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Mesir, bareng pengacara Khalid Ali. Dia menambahkan putusan Hakim Dakruri menunjukkan masyarakat masih menghormati aturan hukum dan konstitusi.

Pemerintah mengumumkan akan mengajukan banding atas putusan pembatalan itu.

Mesir mengontrol kedua pulau itu setelah diserahkan oleh Arab Saudi pada 1950 karena takut berperang dengan Israel. Negara Zionis ini akhirnya mencaplok pulau Tiran dan Sanafir setelah menang dalam Perang Enam hari 1967, sebelum dikembalikan kepada Mesir pada 1982.

Dua pulau berada di mulut Teluk Aqabah itu merupakan jalur pelayaran kunci bagi Israel.
 
Kabar penyerahan dua pulau kepada Arab Saudi itu memicu protes terbesar sejak muncul beleid melarang unjuk rasa pada November 2013. Lebih dari 250 orang ditahan karena berdemonstrasi menolak keputusan Sisi itu dan lebih dari 150 pengunjuk rasa lainnya divonis dua hingga lima tahun penjara.

Maket proyek ibu kota baru Mesir. (Egyptian Streets)

Presiden Mesir desak warganya punya dua anak saja

Mirip program Keluarga Berencana di era Soeharto.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Diduga terinfeksi Covid-19, presiden Mesir jalani karantina

Hingga kemarin, terdapat 456 orang terjangkit Covid-19 di Mesir, termasuk 21 meninggal.   

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ahmad berunjuk rasa sendirian pada 28 Februari 2019 di Alun-alun Tahrir, jantung Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia menuntut Presiden Abdil Fattah as-Sisi mundur. (Twitter)

Demonstran solo ditangkap karena minta Presiden Sisi mundur

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

08 Maret 2021

TERSOHOR