kabar

Abu Sayyaf sandera lagi tujuh warga Indonesia

Ini kejadian ketiga kali dalam tiga bulan terakhir.

24 Juni 2016 09:47

Untuk ketiga kalinya dalam tiga bulan terakhir, kelompok bersenjata beroperasi di Filipina Selatan, Abu Sayyaf, diyakini terlibat dalam penyanderaan tujuh anak buah kapal merupakan warga negara Indonesia.

Dalam jumpa pers di kantornya pagi ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan soal penyekapan itu setelah mendapat konfirmasi dari beragam pihak di dalam negeri dan Filipina kemarin sore. Dia bilang penyanderaan itu terjadi terhadap anak buah kapal tunda Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152.

"Penyanderaan terjadi di Laut Sulu dalam dua tahap. Pada 20 Juni 2016 sekitar pukul 11:30 dan 12:45 waktu setempat oleh dua kelompok bersenjata berbeda," kata Retno Marsudi. "Saat terjadi penyanderaan kapal membawa 13 ABK (Anak Buah kapal), tujuh ABK disandera dan enam lainnya dibebaskan."

Abu Sayyaf sebelumnya dua kali menyandera warga Indonesia menjadi anak buah kapal, yakni pada April dan Mei lalu.

Abu Sayyaf merupakan sempalan dari kubu MILF (Barisan Pembebasan Islam Moro). Kelompok ini dibuat oleh Abdurrazak Abu Bakar Janjalani. Pada 23 Juli 2014, pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Totoni Hapilon berbaiat kepada pemimpin ISIS (Negara islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi. Dua bulan kemudian, milisi mulai menculik warga asing demi menuntut uang tebusan.

Retno menegaskan pemerintah Indonesia mengecam keras terulangnya penyanderaan terhadap WNI oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Dia menambahkan Jakarta meminta kepada Manila untuk memastikan keamanan di wilayah perairan Filipina Selatan sehingga tidak mengganggu kegiatan ekonomi kawasan sekitar.

"Kejadian ketiga kalinya ini sangat tidak dapat ditoleransi," ujar Retno.  "Pemerintah akan melakukan semua cara memungkinkan untuk membebaskan para sandera. Keselamatan ketujuh WNI merupakan prioritas."

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpose bersama enam warga Indonesia pernah disandera di Kota Benghazi, Libya, dan keluarga mereka seusai acara serah terima di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia bebaskan enam warganya disandera di Benghazi

Mereka ditawan selama tujuh bulan.

Keharuan menyelimuti proses penyerahan empat mantan sandera Indonesia di Somalia oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya, 31 Oktober 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat mantan sandera di Somalia diserahkan kepada keluarga

Keempat pelaut Indonesia ini termasuk dalam 26 sandera dibebaskan oleh perompak Somalia pada 22 Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 24 Oktober 2016 memberikan jumpa pers soal pembebasan 26 sandera oleh perompak Somalia, termasuk empat pelaut Indonesia. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Satu pelaut Indonesia meninggal saat disandera perompak Somalia

Pemerintah membantah membayar uang tebusan untuk membebaskan empat pelaut itu.





comments powered by Disqus