kabar

Israel-Turki sepakat berdamai

Israel sepakat memberikan total kompensasi US$ 20 juta bagi keluarga korban meninggal dan luka dalam tragedi Mavi Marmara.

27 Juni 2016 14:40

Setelah membeku enam tahun, Israel dan Turki kemarin akhirnya setuju menormalisasi hubungan diplomatik. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan di Ibu Kota Roma, Italia, antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Turki Binali Yildrim dengan mediator Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Hubungan Israel-Turki memburuk setelah insiden Mavi Marmara Mei 2010. Penyerbuan oleh pasukan komando Israel ke atas kapal Mavi Marmara - ikut dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza - menewaskan sepuluh pegiat kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Turki.

Seorang pejabat senior Turki mengungkapkan poin-poin dalam kesepakatan damai itu mencakup:

* Israel sepakat memberikan total kompensasi US$ 20 juta bagi keluarga korban meninggal dan luka dalam tragedi Mavi Marmara.

* Turki bakal memasok bantuan kemanusiaan dzn produk non-militer ke Gaza lewat pelabuhan Ashdod di selatan Israel.

* Turki akan membangun infrastruktur, termasuk permukiman dan sebuah rumah sakit berkapasitas 200 tempat tidur di Gaza.

* Langkah nyata akan ditempuh buat mengatasi krisis air dan listrik di Gaza, termasuk membangun beberapa pembangkit listrik.

* Turki diizinkan membangun beberapa proyek besar di Tepi Barat, termasuk kawasan industri di Kota Jenin.

* Turrki bakal mengimpor gas dari Israel.

Meski Israel menolak mencabut blokade atas Gaza, berlaku sejak pertengahan 2007, pejabat Turki itu menggambarkan kesepakatan ini sebagai kemenangan diplomatik bagi negaranya. "Kami telah mencapai kesepakatan dengan Israel buat menormalisasi hubungan kedua negara pada Ahad (kemarin) di Roma," katanya.

Kesepakatan itu akan diumumkan hari ini oleh Netanyahu di Roma dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara. Perjanjiannya bakal diteken besok.

Dalam perundingan di Roma itu, Turki sepakat membantu upaya pembebasan dua mayat tentara Israel ditawan Hamas sejak dua tahun lalu dan dua warga sipil Israel disekap di Gaza.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus