kabar

Presenter Libanon dideportasi setelah putus kontrak dengan televisi Mesir

Liliane Daud memandu acara dialog dengan tokoh-tokoh oposisi Mesir.

27 Juni 2016 23:32

Polisi Mesir kemarin menangkap presenter asal Libanon Liliane Daud di rumahnya di Ibu Kota Kairo. Dia kemudian diangkut ke bandar udara lalu dideportasi ke negara asalnya, seperti dilansir media setempat.

Penangkapan sekaligus deportasi atas Liliane ini terjadi tidak lama setelah dia mengumumkan putus kontrak dengan stasiun televisi ONTV melalui Twitter. Liliane bergabung dengan televisi swasta Mesir itu sejak 2011.

Ziad al-Alaimi, pengacara dari Liliane, menjelaskan polisi menyerbu kediaman Liliane dan memaksa dia untuk keluar. Mereka juga tidak mengizinkan kliennya itu untuk menelepon.

Acara dialog dipandu Liliane termasuk dari sangat sedikit program televisi dibolehkan disiarkan di televisi Mesir. Program dialog itu memberi kesempatan bagi tokoh-tokoh oposisi Mesir untuk bebas bersuara, menurut Ahram Online.

ONTV dibeli Mei lalu oleh pengusaha Mesir Ahmad Abu Hasyimah.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus