kabar

Teror Istanbul

Hingga kini hampir 50 orang tewas dan 103 lainnya luka akibat tiga bom bunuh diri di Bandar Udara Ataturk.

29 Juni 2016 06:49

Tiga serangan bunuh diri menghantam Bandar Udara Internasional Ataturk di Kota Istanbul, Turki. Hingga artikel ini dilansir, serangan teror ini telah menewaskan hampir 50 orang dan melukai 103 lainnya.

Teror Istanbul ini terjadi Selasa malam pukul 21:50 atau Rabu dini hari pukul 02:50 waktu Jakarta. Kejadiannya di pintu masuk terminal keberangkatan internasional.

Ketiga pelaku dihentikan saat berusaha melewati pemeriksaan. "Seorang teroris di pintu masuk terminal internasional menembak dengan sebuah Kalashnikov kemudian meledakkan diri," kata Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag di hadapan anggota parlemen di Ibu Kota Ankara.

Dua pelancong asal Cape Town, Afrika Selatan, Paul dan Susi Roos, sedang berada di terminal keberangkatan internasional saat serangan teroris terjadi. Paul Roos mengaku melihat seorang pelaku berpakaian serba hitam berlarian keliling dengan sebuah pistol di tangan.

"Dia menembak ke arah siapa saja di hadapannya. Dia tidak bertopeng," kata Paul Roos. "Saya berjarak sekitar 50 meter dari dia."

Ali Tekin, juga berada di terminal keberangkatan internasional, bilang dirinya mendengar sebuah ledakan amat keras. "Atap runtuh. Suasana dalam bandar udara benar-benar mengerikan," ujarnya.

Perempuan Jerman bernama Duygu, sedang di gerai imigrasi, mengatakan dia langsung tiarap di lantai setelah mendengar suara ledakan.

Lewat pernyataan tertulis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan teror itu. "Serangan ini jelas bukan untuk mencapai tujuan apapun kecuali sebagai alat propaganda untuk melawan negara kami dengan menggunakan darah dan penderitaan orang-orang tidak bersalah."

Sampai saat ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas Teror Istanbul

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

Muhammad Ramadan, pengacara hak asasi manusia  ditangkap aparat keamanan Mesir karena memakai rompi kuning pada 10 Desember 2018. (Facebook)

Mesir tangkap seorang pengacara karena pakai rompi kuning

Hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR