kabar

Teror Istanbul

Hingga kini hampir 50 orang tewas dan 103 lainnya luka akibat tiga bom bunuh diri di Bandar Udara Ataturk.

28 Juni 2016 23:49

Tiga serangan bunuh diri menghantam Bandar Udara Internasional Ataturk di Kota Istanbul, Turki. Hingga artikel ini dilansir, serangan teror ini telah menewaskan hampir 50 orang dan melukai 103 lainnya.

Teror Istanbul ini terjadi Selasa malam pukul 21:50 atau Rabu dini hari pukul 02:50 waktu Jakarta. Kejadiannya di pintu masuk terminal keberangkatan internasional.

Ketiga pelaku dihentikan saat berusaha melewati pemeriksaan. "Seorang teroris di pintu masuk terminal internasional menembak dengan sebuah Kalashnikov kemudian meledakkan diri," kata Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag di hadapan anggota parlemen di Ibu Kota Ankara.

Dua pelancong asal Cape Town, Afrika Selatan, Paul dan Susi Roos, sedang berada di terminal keberangkatan internasional saat serangan teroris terjadi. Paul Roos mengaku melihat seorang pelaku berpakaian serba hitam berlarian keliling dengan sebuah pistol di tangan.

"Dia menembak ke arah siapa saja di hadapannya. Dia tidak bertopeng," kata Paul Roos. "Saya berjarak sekitar 50 meter dari dia."

Ali Tekin, juga berada di terminal keberangkatan internasional, bilang dirinya mendengar sebuah ledakan amat keras. "Atap runtuh. Suasana dalam bandar udara benar-benar mengerikan," ujarnya.

Perempuan Jerman bernama Duygu, sedang di gerai imigrasi, mengatakan dia langsung tiarap di lantai setelah mendengar suara ledakan.

Lewat pernyataan tertulis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan teror itu. "Serangan ini jelas bukan untuk mencapai tujuan apapun kecuali sebagai alat propaganda untuk melawan negara kami dengan menggunakan darah dan penderitaan orang-orang tidak bersalah."

Sampai saat ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas Teror Istanbul

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus