kabar

Polisi London panggil pejabat Israel terkait kejahatan perang di Gaza

Pemanggilan terhadap Livni itu dibatalkan setelah terjadi kontak diplomatik antara Israel dan Inggris. Livni akhirnya diberi kekebalan hukum.

03 Juli 2016 22:09

Unit kejahatan perang di Scotland Yard (Kepolisian Ibu Kota London, Inggris) Kamis lalu memanggil Tzipi Livni, mantan Menteri Luar Negeri Israel sekaligus anggota Knesset (parlemen), untuk ditanyai soal dugaan keterlibatannya dalam kejahatan kemanusiaan selama Perang Gaza 2008-2009.

Perang 22 hari (27 Desember 2008-18 Januari 2009) itu menewaskan 1.417 warga Palestina dan melukai 5.303 lainnya. Sedangkan di pihak Israel hanya 13 orang terbunuh dan 518 cedera.

Livni kini berada di London untuk menghadiri sebuah konferensi digelar Haaretz dan komunitas Yahudi di Inggris.

Pemanggilan terhadap Livni itu dibatalkan setelah terjadi kontak diplomatik antara Israel dan Inggris. Livni akhirnya diberi kekebalan hukum.

Seorang pejabat senior di Israel, meminta namanya dirahasiakan karena isu ini sangat sensitif, mengungkapkan Kedutaan Besar Israel di London Kamis lalu menerima sebuah surat dari unit kejahatan perang di Scotland Yard dan diminta menyampaikan kepada Livni.

Dalam surat itu, Scotland Yard mengaku tahu Livni bakal tiba di London akhir pekan ini. Sehingga dia diminta datang untuk pemeriksaan soal keterlibatan Livni dalam kejahatan perang dan pelanggaran Konvensi Jenewa, ketika dia menjabat menteri luar negeri sekaligus wakil perdana menteri dan anggota kabinet keamanan Israel saat berlangsungnya Perang Gaza 2008-2009.

Beberapa tahun terakhir, organisasi-organisasi pro-Palestina telah mengajukan gugatan hukum terhadap para pejabat senior Israel, termasuk Livni, terkait Perang Gaza 2008-2009.   

Kedutaan Besar Israel menerima surat itu dua hari sebelum rencana kedatangan Livni di London. Pejabat senior Israel itu bilang pemeriksaan terhadap Livni bersifat sukarela dan dibuat untuk memperoleh informasi dan klarifikasi dari Livni mengenai kecurigaan atas keterlibatannya dalam kejahatan perang di Gaza.

Setelah menerima surat itu, Kedutaan Besar Israel di London segera menghubungi Kementerian Kehakiman dan Kementerian Luar Negeri Israael di Yerusalem untuk menyelesaikan persoalan ini. Pejabat itu menekankan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, dan Jaksa Agung Avichai Mendelblit tetap diberitahu semua perkembangan soal pemanggilan Livni itu.

Israel juga menghubungi pemerintah Inggris karena khawatir Livni bakal ditangkap setibanya di London atau selama dia ada di sana, meski Scotland Yard memastikan pemanggilan itu bukan bagian dari penyelidikan sehingga tidak wajib dipenuhi.   

Setelah dilakukan kontak diplomatik akhirnya disepakati bakal ada sebuah pertemuan antara Livni dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris menangani masalah Timur Tengah. Alhasil, lawatan Livni ke London bakal memperoleh status penugasan diplomatik khusus sehingga secara otomatis dia mendapat jaminan kebal dari penangkapan dan penuntutan.

Di saat sama, Kedutaan Besar Israel di London menginformasikan kepada Scotland Yard: Livni tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan.

Di sela konferensi digelar Haaretz di London hari ini, Livni mengatakan ancaman hukum bagi para pemimpin Israel datang ke Inggris adalah masalah diplomatik mesti diselesaikan kedua negara. "Saya datang ke konferensi ini untuk berbicara mengenai apa yang saya inginkan, mendambakan perdamaian," katanya. "Saya bangga atas segala keputusan telah saya buat selama menjadi menteri dalam pemerintahan Israel."

Selain mengecam, Livni menyebut Hamas sebagai organisasi teroris. Dia bilang ideologi Hamas bukan untuk membentuk sebuah negara, tapi memerangi kaum Yahudi dan Kristen. Dia menambahkan Hamas terus menyerang Israel meski negara Zionis itu sudah meninggalkan Jalur Gaza dan mengevakuasi pemukim Yahudi dari sana.

Livni menegaskan Israel terbuka kepada menteri Inggris mana saja ingin berkunjung dan tidak akan diperiksa soal keputusan dia buat dalam pemerintahan. Dia mengatakan dia menghormati kebijakan Inggris dalam memerangi terorisme global. Dia berharap Inggris juga menghargai Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

Menteri pertahanan Israel mundur karena tolak gencatan senjata dengan Hamas

Bennett mengancam keluar dari pemerintahan kalau dirinya tidak menjadi pengganti Lieberman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Bin Salman bujuk Netanyahu serbu Gaza

Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR