kabar

Warga UEA diminta tidak berpakaian nasional saat pelesiran ke luar negeri

Perempuan UEA diminta mematuhi larangan bercadar berlaku di negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, dan Belanda.

04 Juli 2016 13:06

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melarang warga negaranya tengah bepergian ke luar negeri, terutama di negara-negara Barat, memakai pakaian tradisional demi alasan keamanan. Artinya kaum lelaki UEA disarankan tidak bergamis dan berkafiyeh, sedangkan perempuannya tidak bercadar.

"Bagi warga negara bepergian ke luar negeri dan untuk memastikan keamanan mereka, kami menekankan untuk tidak berpakaian formal, terutama di tempat-tempat umum," kata Kementerian Luar Negeri UEA lewat akun Twitternya Sabtu lalu.

Ahmad Ilham adh-Dhahiri, pejabat urusan konsuler di Kementerian Luar Negeri UEA, juga meminta warga UEA di luar negeri tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar, lebih baik memakai kartu kredit. Dia merekomendasikan perempuan UEA mematuhi larangan bercadar berlaku di negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, dan Belanda.   

Kebijakan ini ditempuh setelah pekan lalu pengusaha asal UEA Ahmad al-Minhali dibekuk polisi di Kota Avon, Ohio, Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat, karena dikira anggota milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Dari rekaman video beredar, lima polisi bersenjata pada 29 Juni lalu berteriak meminta Minhali tiarap, saat dia tengah berbicara lewat telepon dalam bahasa Arab di luar hotel. "Jangan lakukan ini, saya turis. Ini tidak baik," kata Minhali memprotes tindakan polisi.   

Lewat keterangan tertulis, Kementerian Luar Negeri UEA menjelaskan mereka telah memanggil Wakil Duta Besar Amerika buat UEA Ethan Goldrich untuk memprotes kejadian menimpa pengusaha UEA di Ohio itu.

Goldrich telah meminta maaf atas peristiwa itu dan berjanji mencari klarifikasi dari pihak-pihak berwenang, seperti dilansir kantor berita resmi WAM. Wali kota dan kepala polisi Avon juga sudah meminta maaf kepada Minhali karena kasus salah tangkap.   

Aktivis Arab Saudi, Abdul Aziz al-Audah, ditahan karena mendukung Palestina. (Twitter)

Saudi tahan kerabat ulama tersohor karena berkomentar dukung Palestina

Saudi memang telah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 

Suhail al-Jamil, pemuda gay berusia 23 tahun asal Arab Saudi tengah berpose dengan celana pendek di sebuah pantai di Kota Jeddah, 6 Oktober 2019. (Twitter)

Arab Saudi tangkap pemuda gay bercelana pendek di pantai

Suhail mengunggah foto dirinya bercelana pendek warna coklat dengan corak tutul pada 6 Oktober lalu. Dia memang secara terbuka menyatakan dirinya adalah kaum penyuka sesama jenis.

Gereja Ath-Thahirah berlokasi di Kota Mosul, Irak. ISIS merusak bangunan ini pada 2014. (mesopotamiaheritage.org)

UEA bangun kembali dua gereja dirusak ISIS di Mosul

UEA juga akan membangun kembali Masjid Agung An-Nuri, berusia lebih dari 840 tahun. Di masjid inilah, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah dengan dirinya sebagai khalifah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Calon raja Saudi surati presiden Iran minta berdamai

Pesan ingin disampaikan Bin Salman kepada Iran adalah ingin membahas isu bilateral, kondisi kawasan, dan bagaimana bisa mengakhiri perang  Yaman tanpa mempermalukan Saudi.





comments powered by Disqus