kabar

Pangeran Saudi hadiri parade kaum oposisi Iran di Paris

"Penderitaan dan kehinaan rakyat Iran mesti berakhir," kata Pangeran Turki dalam pawai bertajuk "Bebaskan Iran" itu.

11 Juli 2016 05:35

Mantan kepala badan intelijen Arab Saudi Pangeran Turki bin Faisal menyatakan dukungannya kepada rakyat Iran untuk meruntuhkan rezim Mullah berkuasa di negara itu, dalam parade kaum oposisi Iran berlangsung pekan lalu di Ibu Kota Paris, Prancis.

Berbicara di hadapan sekitar seratus ribu aktivis anti-rezim Mullah, Pangeran Turki, 71 tahun, bilang perjuangan buat meruntuhkan rezim Khomeini - merujuk pada Ayatullah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran pada 1979 - adalah sah secara hukum.

"Penderitaan dan kehinaan rakyat Iran mesti berakhir," kata Pangeran Turki dalam pawai bertajuk "Bebaskan Iran" itu. Putra dari mendiang Raja Faisal ini mengklaim dunia Islam mendukung perjuangan rakyat itu dengan hati dan jiwa mereka.

Pangeran Turki menuding rezim berkuasa sekarang di Iran bertanggung jawab terhadap memburuknya hubungan negeri Persia itu dengan negara-negara Arab karena mencampuri urusan mereka. Mantan duta besar Arab Saudi buat Amerika Serikat ini mengkritik kebijakan isolasi dan intervensi Iran telah membikin perpecahan di kalangan negara-negara muslim.

Kehadiran Pangeran Turki itu kian menguatkan makin memburuknya hubungan Arab Saudi dan Iran. Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran Januari tahun ini setelah pengunjuk rasa marah menyerbu dan merusak Kedutaan Besar Saudi di Ibu Kota Teheran dan konsulatnya di Kota Masyhad. Amuk demonstran disebabkan Riyadh mengeksekusi ulama Syiah Syekh Muhammad Nimr an-Nimr.  

Kedua musuh bebuyutan ini memang tengah bersaing memperebutkan pengaruh di Timur Tengah. Konflik mulai memanas setelah Saudi Maret tahun lalu memimpin pasukan koalisi Arab menggempur pemberontak Al-Hutiyun disokong Iran di Yaman. Kedua negara ini juga berseteru dalam perang di Suriah.   

Pangeran Turki bin Faisal dari Arab Saudi saat menjadi pembicara dalam parade kaum oposisi Iran digelar di Ibu Kota Paris, Prancis, Juli 2016. (Al-Arabiya)

Pangeran Turki sebut ada 20 pangeran Saudi terinfeksi Covid-19

Namun sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan sudah ratusan pangeran Saudi menjadi pasien Covid-19.

Mantan kepala badan intelijen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal. (Middle East Monitor)

Tidak ada keterlibatan asing dalam pembunuhan Raja Faisal

Saudi pernah meminta kepada pemimpin Taliban buat mengekstradisi Bin Ladin.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Calon raja Saudi surati presiden Iran minta berdamai

Pesan ingin disampaikan Bin Salman kepada Iran adalah ingin membahas isu bilateral, kondisi kawasan, dan bagaimana bisa mengakhiri perang  Yaman tanpa mempermalukan Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

26 Oktober 2020

TERSOHOR