kabar

George Clooney dan Teror Nice

Muhammad Lahwaij Buhlil dikenal genit dan menyukai musik salsa.

15 Juli 2016 17:20

Francois Molins dari kantor Kejaksaan Paris, Prancis, mengatakan pelaku Teror Nice teas ditembak dua polisi adalah imigran asal Tunisia bernama Muhammad Lahwaij Buhlil. Lelaki 31 tahun ini sudah pisah rumah dengan istri dan tiga anaknya.

Serangan teror di Kota Nice Kamis malam lalu sejauh ini sudah menewaskan 84 orang dan melukai 202 lainnya, termasuk paling tidak 50 orang cedera parah.

Molins menjelaskan dokumen identitas, telepon seluler, dan kartu kredit atas nama Buhlil ditemukan dalam truk tronton putih dia pakai buat menerjang kerumunan orang tengah merayakan Hari Bastille, peringatan penyerbuan ke Penjara Bastille di Paris pada 14 Juli 1789 dan merupakan puncak dari Revolusi Prancis.

Dia menambahkan pelaku memiliki riwayat kejahatan sejak 2010. Dia biasa melakukan kejahatan dengan kekerasan dan mencuri. Dia terakhir kali menjadi narapidana Maret lalu. "Dia sama sekali tidak dikenal di unit-unit antiterorisme," katanya.

Sumber-sumber di kepolisian Prancis mengungkapkan Buhlil berasal Masakin, kota kecil berjarak sekitar sepuluh kilometer dari Sousse, Tunisia, tahun lalu dihantam serangan teror menewaskan 38 orang, kebanyakan pelancong asal Inggris.

Masakin, terletak di timur laut Tunisia, berarti habitat atau rumah, dibangun oleh kaum Alawiyin, merupakan keturunan dari hasan dan Husain, cucunya Nabi Muhammad.  

Pasukan elite RAID kemarin pagi menggrebek tempat tinggal Buhlil di kawasan the Quartier des Abattoirs, Nice. Polisi masuk ke sebuah apartemen di lantai satu dari lima lantai di bangunan itu pada pukul 9.30.

Terdapat sekitar 40 orang keturunan Tunisia menetap di Nice.

Menurut orang-orang mengenal Buhlil, dia baru mendapat SIM kendaraan berat sekitar satu setengah tahun lalu. Dia menyewa truk itu dua hari lalu dari agen penyewaan the Via Location di luar Kota Nice, dengan membayar deposit dua ribu euro.

Para tetangga Buhlil menggambarkan dia sebagai orang pendiam dan tidak sangat religius. Mereka bilang Buhlil tidak menjawab sapaan saat berpapasan dengan tetangganya di jalan.

Salah satu tengganya adalah Sebastien, dia meminta nama lengkapnya tidak disebutkan. Dia mengatakan Buhlil itu kelihatannya tidak saleh, sering bercelana pendek, dan kadang memakai sepatu bot.

Dia memiliki sebuah mobil minibus diparkir di dekat gedung apartemen tempat tinggalnya dan satu sepeda dia simpan dalam apartemennya.

"Dia orangnya ganteng dan selalu memandangi dua anak perempuan saya," kata seorang ibu tinggal di lantai dasar gedung apartemen. Yang lain mengakui Buhlil itu genit dan menyukai musik salsa.   

Jasmine, 40 tahun, bercerita Buhlil sering menghabiskan waktunya di sebuah bar untuk berjudi dan mabuk-mabukkan. Dia tidak pernah menjawab teguran, hanya melotot dengan agresif. "Tapi orangnya ganteng banget, dengan rambut abu-abu dia sedikit mirip George Clooney," ujarnya kepada the Guardian.

Pemimpin ISIS wilayah Irak Abu Yasir al-Isawi tewas oleh serangan pasukan antiteror Irak pada 27 Januari 2021 di Kota Daquq, Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Twitter)

Pemimpin ISIS wilayah Irak tewas

Abu Yasir, 39 tahun, adalah orang asli dari Falujah, kota di Provinsi Anbar berjarak sekitar 60 kilometer sebelah barat Baghdad.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.





comments powered by Disqus