kabar

George Clooney dan Teror Nice

Muhammad Lahwaij Buhlil dikenal genit dan menyukai musik salsa.

16 Juli 2016 00:20

Francois Molins dari kantor Kejaksaan Paris, Prancis, mengatakan pelaku Teror Nice teas ditembak dua polisi adalah imigran asal Tunisia bernama Muhammad Lahwaij Buhlil. Lelaki 31 tahun ini sudah pisah rumah dengan istri dan tiga anaknya.

Serangan teror di Kota Nice Kamis malam lalu sejauh ini sudah menewaskan 84 orang dan melukai 202 lainnya, termasuk paling tidak 50 orang cedera parah.

Molins menjelaskan dokumen identitas, telepon seluler, dan kartu kredit atas nama Buhlil ditemukan dalam truk tronton putih dia pakai buat menerjang kerumunan orang tengah merayakan Hari Bastille, peringatan penyerbuan ke Penjara Bastille di Paris pada 14 Juli 1789 dan merupakan puncak dari Revolusi Prancis.

Dia menambahkan pelaku memiliki riwayat kejahatan sejak 2010. Dia biasa melakukan kejahatan dengan kekerasan dan mencuri. Dia terakhir kali menjadi narapidana Maret lalu. "Dia sama sekali tidak dikenal di unit-unit antiterorisme," katanya.

Sumber-sumber di kepolisian Prancis mengungkapkan Buhlil berasal Masakin, kota kecil berjarak sekitar sepuluh kilometer dari Sousse, Tunisia, tahun lalu dihantam serangan teror menewaskan 38 orang, kebanyakan pelancong asal Inggris.

Masakin, terletak di timur laut Tunisia, berarti habitat atau rumah, dibangun oleh kaum Alawiyin, merupakan keturunan dari hasan dan Husain, cucunya Nabi Muhammad.  

Pasukan elite RAID kemarin pagi menggrebek tempat tinggal Buhlil di kawasan the Quartier des Abattoirs, Nice. Polisi masuk ke sebuah apartemen di lantai satu dari lima lantai di bangunan itu pada pukul 9.30.

Terdapat sekitar 40 orang keturunan Tunisia menetap di Nice.

Menurut orang-orang mengenal Buhlil, dia baru mendapat SIM kendaraan berat sekitar satu setengah tahun lalu. Dia menyewa truk itu dua hari lalu dari agen penyewaan the Via Location di luar Kota Nice, dengan membayar deposit dua ribu euro.

Para tetangga Buhlil menggambarkan dia sebagai orang pendiam dan tidak sangat religius. Mereka bilang Buhlil tidak menjawab sapaan saat berpapasan dengan tetangganya di jalan.

Salah satu tengganya adalah Sebastien, dia meminta nama lengkapnya tidak disebutkan. Dia mengatakan Buhlil itu kelihatannya tidak saleh, sering bercelana pendek, dan kadang memakai sepatu bot.

Dia memiliki sebuah mobil minibus diparkir di dekat gedung apartemen tempat tinggalnya dan satu sepeda dia simpan dalam apartemennya.

"Dia orangnya ganteng dan selalu memandangi dua anak perempuan saya," kata seorang ibu tinggal di lantai dasar gedung apartemen. Yang lain mengakui Buhlil itu genit dan menyukai musik salsa.   

Jasmine, 40 tahun, bercerita Buhlil sering menghabiskan waktunya di sebuah bar untuk berjudi dan mabuk-mabukkan. Dia tidak pernah menjawab teguran, hanya melotot dengan agresif. "Tapi orangnya ganteng banget, dengan rambut abu-abu dia sedikit mirip George Clooney," ujarnya kepada the Guardian.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.





comments powered by Disqus