kabar

Militer Turki lancarkan kudeta atas Erdogan

Militer mengklaim telah mengambil alih kekuasaan, sedangkan Erdogan diyakini bersembunyi di Marmaris.

16 Juli 2016 06:04

Situasi mencekam tengah membekap seantero Turki lantaran saat ini tengah berlangsung upaya kudeta militer terhadap rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan. Suara ledakan dan tembakan terdengar di istanbul dan Ankara.

Jet-jet tempur terbang rendah di Ibu Kota Ankara dan Istabul, kota terbesar kedua di negara itu. Seluruh bandar udara, termasuk Bandar Udara Internasional Ataturk di Istanbul, ditutup. Penerbangan dari dan menuju Turki dihentikan.

Militer juga telah menutup dua jembatan melintas di atas Selat Bosphorus, membagi dua Istanbul (berada di wilayah Asia) dan sebagian lagi terletak di Eropa. Tank-tank juga sudah mengepung gedung parlemen dan sebuah helikopter tempur menembaki markas besar intelijen.

Ribuan orang pendukung kelompok sekuler turun ke alun-alun di Ankara. Kantor pusat TRT (Turkish Radio and Television) juga sudah dikuasai. "Saya dan semua teman sudah dievakuasi militer sejak Jumat pagi. TRT sudah tidak siaran," kata seorang sumber kepada the Independent.

"Situasi di jalan benar-benar gila, semua mobil melaju dengan kecepatan sekitar seratus kilometer per jam. Benar-benar kacau" kata Gabriel Turner, 23 tahun, konsultan manajemen wisata tinggal di Istanbul. "Semua orang bingung apakah mesti percaya kepada polisi dan berada di pihak mana mereka. Saya diberitahu untuk menghindari gedung-gedung pemerintahan."

Kantor presiden hingga kini belum memberitahu di mana Erdogan berlindung, namun laporan menyebutkan dia diyakini berada di dalam sebuah kamar hotel di Marmaris, dekat Bodrum, kawasan wisata eksklusif tersohor di tepi Laut Aegea.

Pihak militer mengklaim telah mengambil alih semua institusi negara.  

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Hainler Mezarligi atau Pemakaman Pengkhianat, kompleks kuburan khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta 15 Juli, dibangun di Kota Istanbul, Turki. (Gazate Port)

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.





comments powered by Disqus