kabar

Erdogan tetapkan keadaan darurat tiga bulan

Dengan status darurat ini, presiden dan kabinet bisa mengeluarkan undang-undang atau pembatasan kebebasan dibutuhkan tanpa harus menunggu persetujuan parlemen.

21 Juli 2016 08:00

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan semalam mengumumkan keadaan darurat tiga bulan untuk memburu semua orang dianggap terlibat dalam upaya kudeta Jumat malam pekan lalu.

"Keadaan darurat diperlukan untuk melenyapkan dengan cepat elemen-elemen organisasi teroris terlibat dalam upaya kudeta," kata Erdogan dalam jumpa pers di istana kepresidenan di Ibu Kota Ankara. Dia menambahkan keadaan darurat adalah sebuah cara untuk memerangi ancaman teror tengah dihadapi Turki.

Penetapan keadaan darurat ini keluar setelah rapat panjang dilakoni Dewan Keamanan Nasional dan kabinet dipimpin Erdgan di istana kepresidenan. Dengan status darurat ini, presiden dan kabinet bisa mengeluarkan undang-undang atau pembatasan kebebasan dibutuhkan tanpa harus menunggu persetujuan parlemen.

Erdogan menjelaskan semua gubernur akan mendapat tambahan kewenangan selama keadaan darurat berlaku. Angkatan bersenjata mesti bertindak sesuai keputusan pemerintah.

"Eropa tidak berhak mengkritik keputusan ini," ujar Erdogan mengantisipasi keprihatinan bakal disampaikan Uni Eropa. Organisasi regional di Benua Biru ini sudah melontarkan kritikan karena pembersihan massal dilakoni Erdogan sejak kudeta digagalkan.

Pemerintahan Erdogan telah memecat 21 ribu guru, memberhentikan 15 ribu pegawai di Kementerian Pendidikan, dan memerintahkan pemberhentian 1.557 dekan di semua universitas di Turki, seperti dilansir TRT, stasiun televisi milik pemerintah.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan 399 karyawan di Kementerian Keluarga dan Kebijakan Sosial telah diberhentikan. Pemerintah Turki juga telah mencopot 2.745 hakim setelah Dewan Tinggi Hakim dan Jaksa menggelar pertemuan darurat.

Pemberhentian massal juga terjadi atas 30 dari 80 gubernur, sembilan ribu polisi, 8.777 pegawai di Kementerian Dalam Negeri, 1.500 karyawan Kementerian Keuangan, 257 staf di kantor perdana menteri, sedikitnya seratus orang di MIT (dinas intelijen Turki), dan 492 pegawai Kementerian Agama.

Dalam hitungan jam setelah kudeta gagal, rezim Erdogan telah menahan 103 jenderal, 29 kolonel, dan hampir tiga ribu serdadu. Sepertiga dari total jenderal di angkatan udara dan angkatan laut ditahan.

Bersih-bersih mengerikan ini merupakan bagian dari upaya Erdogan untuk mencabut pengaruh ulama Fethullah Gulen dalam beragam institusi negara.  

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Hainler Mezarligi atau Pemakaman Pengkhianat, kompleks kuburan khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta 15 Juli, dibangun di Kota Istanbul, Turki. (Gazate Port)

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.





comments powered by Disqus