kabar

Namai bayinya Erdogan, lelaki Saudi jadi bahan ejekan

Seorang lelaki dari sebuah negara Arab Teluk menamai putranya "Bush" setelah Prsiden Amerika Serikat George Bush membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak pada 1991.

21 Juli 2016 11:00

Popularitas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - berhasil menggagalkan upaya kudeta Jumat pekan lalu - tersebar hingga melewati batas negaranya.

Terinspirasi oleh Erdogan, seorang lelaki Arab Saudi mengganti nama bayinya dari Rayan al-Utaibi menjadi Erdogan al-Utaibi. Namun kombinasi nama Arab dan Turki ini malah mengundang ejekan.

Para pengguna Twitter mengkritik keputusan pria Saudi itu. Mereka bilang sebaiknya nama anak tidak dipengaruhi oleh peristiwa politik atau tokoh asing. Sebagian pengguna Twitter menyarankan kalau ingin mengganti nama bayinya, mestinya diberi nama tentara Arab Saudi tewas dalam perang melawan milisi Al-Hutiyun di Yaman.

Setelah dihujani kritikan dan ejekan, lelaki Saudi itu mengklaim perubahan nama dari Rayan menjadi Erdogan hanya lelucon keluarga.

Penamaan anak menggunakan nama pemimpin asing tidak lazim di dunia Arab.

Seorang lelaki dari sebuah negara Arab Teluk menamai putranya "Bush" setelah Prsiden Amerika Serikat George Bush membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak pada 1991.  

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Hainler Mezarligi atau Pemakaman Pengkhianat, kompleks kuburan khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta 15 Juli, dibangun di Kota Istanbul, Turki. (Gazate Port)

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.





comments powered by Disqus