kabar

Saudi berlakukan denda US$ 80 bagi pengendara bermain Pokemon Go

Arab Saudi telah mengeluarkan fatwa mengharamkan Pokemon Go lantaran menggunakan simbol-simbol tidak islami, seperti salib dan lambang Freemasons berbentuk segitiga.

21 Juli 2016 21:48

Departemen Lalu-lintas Arab Saudi telah mengeluarkan aturan denda US$ 80 (300 riyal) bagi pengendara kendaraan bermotor bermain aplikasi Pokemon Go.

Pemerintah Arab Saudi telah memperingatkan permainan di telepon cerdas itu bisa merusak konsentrasi pengemudi sehingga dapat membahayakan dirinya, pengemudi lain, dan pejalan kaki, seperti dilansir the Saudi Gazette.  

Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi juga memperingatkan para pemain Pokemon Go secara tidak sengaja bisa membocorkan lokasi-lokasi vital milik negara.

Permainan Pokemon Go telah menjadi fenomena global sejak diluncurkan secara terbatas dua pekan lalu di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Menggunakan satelit dan grafik digital, Pokemon Go menampilkan karakter kartun dengan setingan tempat asli. Permainan ini menantang para penggunanya menangkap karakter kartun Pikachu dan melatih mereka untuk pertarungan nyata.

Pokemon Go sudah dikecam karena telah memicu banyak kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas di beragam negara.

Arab Saudi telah mengeluarkan fatwa mengharamkan Pokemon Go lantaran menggunakan simbol-simbol tidak islami, seperti salib dan lambang Freemasons berbentuk segitiga.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Mesir, dan Israel juga telah melarang Pokemon Go karena alasan keamanan negara.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus