kabar

Erdogan perintahkan seribu sekolah ditutup

Pihak Barat merupakan sekutu Turki mencemaskan Erdogan kian otoriter.

23 Juli 2016 20:24

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memerintahkan perpanjangan masa penahanan tanpa tuduhan dan penutupan semua lembaga terkait ulama Fethullah Gulen, dituding sebagai dalang kudeta gagal Jumat pekan lalu.

Menurut kantor presiden, Erdogan sudah menandatangani dekrit menyuruh penutupan 1.043 sekolah swasta, 1.229 yayasan dan perkumpulan, 35 fasilitas kesehatan, 19 persatuan, dan 15 universitas. Aset-aset mereka disita Kementerian Keuangan.

Ini merupakan dekrit pertama dikeluarkan Erdogan sejak dia mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan Rabu lalu. Status darurat ini memungkinkan Erdogan dan kabinetnya bisa mengeluarkan undang-undang tanpa perlu persetujuan parlemen. Dekrit dikeluarkan Erdogan selama keadaan darurat masih berlaku otomatis memiliki kekuatan hukum dan tidak bisa digugat.

Pemerintah Turki beralasan dekrit itu diperlukan buat mencegah pemberontakan berlanjut. Ankara bilang dekrit ini hanya menyasar pihak-pihak langsung terkait dengan upaya kudeta.

Dekrit itu juga memperpanjang masa penahanan dari empat hari menjadi 30 hari terhadap orang-orang diduga terlibat kudeta.

"Masa penahanan 30 hari itu terlalu panjang dan kami telah menerima laporan hal itu hanya akan membiarkan terjadinya penyiksaan dan meniadakan hak untuk diadili secara jujur," kata Andrew Gardner, peneliti Turki untuk Amnesty International. "Dekrit ini mengisyaratkan pemerintah mungkin akan melakukan lebih banyak penahanan massal."

Sejak kudeta berdarah Jumat pekan lalu menewaskan setidaknya 265 orang dan melukai lebih dari seribu lainnya, puluhan ribu tentara, aparat keamanan, hakim, jaksa, pegawai negeri, dan akademisi diduga terkait gerakan Gulen telah ditahan dan diberhentikan.

Erdogan sudah bersumpah membersihkan para penyokong Gulen dari semua lembaga negara dan layanan sipil. Hal ini memicu kekhawatiran dari pihak Barat merupakan sekutu Turki, Erdogan bakal makin otoriter.  

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Hainler Mezarligi atau Pemakaman Pengkhianat, kompleks kuburan khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta 15 Juli, dibangun di Kota Istanbul, Turki. (Gazate Port)

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.





comments powered by Disqus