kabar

Turki bangun kompleks kuburan 'Pengkhianat' bagi pelaku kudeta tewas

"Para pelintas barangkali akan mengutuk mereka dan tidak membiarkan mereka tenang dalam kubur."

29 Juli 2016 03:34

Terselip di pojokan belakang dari sebuah lokasi pembangunan bagi tempat perlindungan anjing liar di timur Kota Istanbul, Turki, terdapat satu makam tidak bernisan baru saja dihuni. Jenazah dalam kubur itu merupakan penghuni perdana dari "Pemakaman Pengkhianat" dibikin khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta tewas.

Dalam hitungan sepekan setelah kudeta gagal 15 Juli lalu, menewaskan sekitar 290 orang, Pemerintah Kota Istanbul mengumumkan akan membangun sebuah kompleks kuburan bakal dihuni orang-orang dicap para pejabat Turki sebagai pengkhianat tidak pantas dimakamkan secara layak. Sekitar 24 pelaku kudeta diyakini terbunuh malam itu.

"Kami akan menyediakan sebuah lahan dan menyebut itu sebagai kompleks pemakaman pengkhianat. Para pelintas bakal menyumpahi mereka," kata Wali Kota Istanbul Kadir Topbas dalam pidatonya, seperti dilansir Dogan News Agency. "Para pelintas barangkali akan mengutuk mereka dan tidak membiarkan mereka tenang dalam kubur."

Pembangunan kuburan khusus buat pelaku kudeta tewas itu berlangsung saat rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan tengah melakukan pembersihan mengerikan terhadap para pendukung Fethullah Gulen. Pemimpin dari AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) ini menuding Gulen, ulama Turki dulu merupakan sahabat lamanya dan telah menetap di Amerika Serikat sejak 1999, sebagai dalang kudeta.

Direktorat Urusan Agama Turki telah mengeluarkan perintah untuk tidak menyalatkan mayat-mayat pelaku Kudeta 15 Juli. "Orang-orang ini, dengan tindakan telah mereka lakoni, bukan saja tidak menghormati rakyat tapi hukum berlaku di senatero Turki sehingga tidak pantas dibebaskan dari kesalahan."

Andrew Gardner, peneliti Turki bagi Amnesty International, menilai langkah itu bakal menciptakan suasana berbahaya sehabis kudeta. "Tidak memberikan layanan agama dan penguburan layak adalah pelanggaran bagi hak dasar manusia. Dalam keadaan normal, pernyataan-pernyataan semacam itu tidak terbayangkan," ujarnya.

Proses pembangunan "Pemakaman Pengkhianat" berjalan cepat. Hanya dalam dua hari, pondasi pagar tembok sudah berdiri mengelilingi lahan kuburan itu. Sebuah papan nama sudah terpampang Senin lalu dengan tulisan berwarna putih "Hainler Mezarligi" (Pemakaman Pengkhianat).

Para pekerja di lokasi pembangunan Pemakaman Pengkhianat mengungkapkan di hari itu pula penghuni pertama datang diantar sebuah ambulans. Mereka mengatakan tidak ada prosesi agama sebelum mayat pelaku kudeta itu dimasukkan ke dalam liang lahat, terletak di bawah satu pohon cemara hampir mati.

Mereka tidak mengetahui siapa penghuni perdana "Pemakaman Pengkhianat", namun media setempat menyebut mayat itu adalah Mehmet Karabekir, kapten berusia 34 tahun dan ayah beranak dua. Ibunya menolak mengambil jenazah Karabekir, jadi dia dikuburkan di sana.

Di sebelah kubur Karabekir, sudah tersedia tiga liang lahat siap huni, digali menggunakan traktor karena tanahnya bebatuan. Para pekerja di situ belum diberitahu kapan penghuni baru bakal datang.

"Orang-orang tidak menghormati bangsa ini tidak boleh beristirahat, bahkan dalam kubur mereka," tutur Topbas dalam pidato Senin malam lalu.

Orang-orang bekerja di tempat penampungan anjing liar marah mendengar pengumuman "Pemakaman Pengkhianat" tengah dibangun di dekat lokasi itu. "Mayat-mayat mereka mestinya dibakar dan abu mereka dibuang ke samudera. Harusnya tidak boleh ada jejak mereka di negara ini," kata Serhan Baturay, 57 tahun. "Sebagai warga negara Turki, saya tidak mau ada kuburan mereka."

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Hainler Mezarligi atau Pemakaman Pengkhianat, kompleks kuburan khusus bagi mayat-mayat pelaku kudeta 15 Juli, dibangun di Kota Istanbul, Turki. (Gazate Port)

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.





comments powered by Disqus