kabar

Turki minta sembilan sekolah terkait gerakan Gulen di Indonesia ditutup

Rezim Erdogan mulai memberangus gerakan Gulen sejak Desember 2013 setelah skandal korupsi melibatkan putra Erdogan dan anak-anak dari empat menteri terbongkar.

29 Juli 2016 13:47

Pemerintah Turki melalui kedutaan besarnya di Jakarta meminta pemerintah Indonesia menutup sembilan sekolah swasta karena terkait dengan gerakan Gulen bikinan Fethullah Gulen.

Setelah kudeta 15 Juli lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menunjuk Fethullah Gulen, ulama Turki merupakan sahabat lamanya dan telah menetap di Amerika Serikat sejak 1999, sebagai dalang kudeta.

Dalam siaran pers diunggah kemarin di situs resmi Kedutaan Besar Turki di Jakarta, kesembilan sekolah dituding terkait dengan gerakan Gulen itu adalah:

1 Pribadi Bilingual Boarding School, Depok

2 Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung

3 Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan

4 Semesta Bilingual Boarding School, Semarang

5 Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Jogjakarta

6 Sragen Bilingual Boarding School, Sragen

7 Fatih Boy’s School, Aceh

8 Fatih Girl’s School, Aceh

9 Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan

Pemerintah Turki menjelaskan menurut para pejabat Indonesia, organisasi induk gerakan Gulen di Indonesia, PASIAD, sudah ditutp pada 1 November 2015. "Kami sudah lama menyampaikan keprihatinan kami terhadap kegiatan Fethullah Terrorist Organization (Feto) di Indonesia kepada para pejabat tinggi Indonesia."

Rezim Erdogan mulai memberangus gerakan Gulen sejak Desember 2013 setelah skandal korupsi melibatkan putra Erdogan dan anak-anak dari empat menteri terbongkar. Meski tanpa putusan pengadilan, Dewan Keamanan Nasional Turki telah menyebut gerakan Gulen sebagai Feto.

Pemerintah Turki menambahkan pihaknya juga telah mendapat informasi Kementerian Agama Indonesia telah mengirim surat resmi kepada Universitas Islam Negeri Jakarta untuk menutup Mimbar Gulen di kampus itu.

Ankara bilang tidak lama setelah kudeta gagal Jumat dua pekan lalu, sejumlah negara, termasuk Yordania, Azerbaijan, Somalia, dan Niger telah memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah berafiliasi dengan gerakan Gulen.

Sebagai rekanan strategis, Ankara mengharapkan rakyat dan pemerintah Indonesia mendukung perang terhadap gerakan Gulen.

Erdogan - menetapkan keadaan darurat tiga bulan pada Rabu pekan lalu - sudah menandatangani dekrit menyuruh penutupan 1.043 sekolah swasta, 1.229 yayasan dan perkumpulan, 35 fasilitas kesehatan, 19 persatuan, dan 15 universitas. Aset-aset mereka disita Kementerian Keuangan.

Kutbettin Gulen, adik kandung Fethullah Gulen, ditangkap polisi Turki di Kota Gaziemir, Provinsi Izmir, Turki, pada 2 Oktober 2016. (Twitter)

Turki tahan adik Gulen

Kutbettin Gulen adalah saudara kandung pertama Gulen ditahan sejak kudeta gagal 15 Juli lalu.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato lewat aplikasi telepon video Face Time menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk turun ke jalan menentang usaha kudeta pada 16 Juli 2016. Face Time termasuk media sosial sering kali diblokir oleh Erdogan. (Screen Grab)

Semua mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad diminta tinggalkan Turki

Turki telah menahan tiga mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Pasiad.

Handika Lintang Saputra, mahasiswa Indonesia di Turki, ditahan sejak 3 Juni 2016 karena dituduh terlibat gerakan Gulen. (Facebook)

Diduga terlibat gerakan Gulen, sudah tiga mahasiswa Indonesia ditahan di Turki

Terbaru, penangkapan atas dua mahasiswi Indonesia berinisial YM dan DY.





comments powered by Disqus