kabar

Ulama Libanon puji Islam Indonesia

Indonesia adalah contoh terbaik bagi semua negara muslim dalam menjalankan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

29 Juli 2016 23:50

Umat Islam di Indonesia mendapat pujian dari Ketua Front Aksi Islam (Jabhat Amal Islami) Dr Zuhair al-Juaiddi. Dia bilang Indonesia adalah contoh terbaik bagi semua negara muslim dalam menjalankan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

"Umat Islam Indonesia dikenal sebagai umat ramah, santun, toleran, dan moderat," kata Juaiddi saat menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Libanon Achmad Chozin Chumaidy Kamis lalu, seperti disebutkan dalam siaran pers diterima Albalad.co dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Beirut, Libanon, kemarin. "Dapat menjadi contoh baik diterima oleh semua pihak dan panutan dihormati seluruh golongan."

Sanjungan ini muncul di tengah teror atas nama Islam mengoyak kedamaian di Eropa bulan ini. Sentimen antiagama disebarkan oleh Nabi Muhammad di Benua Biru kian menguat. Sebagai contoh, jajak pendapat terbaru di Denmark menyebutkan seperti dari enam juta warga negara Skandinavia itu menyatakan mereka dalam keadaan perang terhadap Islam.    

Juaiddi berharap Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim Sunni dapat berada di barisan terdepan untuk menyelesaikan krisis sosial politik dihadapi oleh umat Islam di dunia, termasuk wilayah Timur Tengah. Indonesia menjadi satu-satunya harapan karena tiga poros kekuatan muslim - Mesir, Irak, dan Suriah - tengah menghadapi persoalan dalam negeri sangat berat.
 
Dia menambahkan masalah paling mendasar di dunia Islam saat ini adalah penjajahan tanah Palestina oleh Yahudi Zionis dan perselisihan dalam tubuh umat Islam itu sendiri baik antara kelompok Sunni-Syiah atau gerakan-gerakan ekstremisme, radikalisme, serta terorisme.
 
Dalam pertemuan itu, Chozin Chumaidy bilang bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan Libanon, karena merupakan negara ketiga mengakui kemerdekaan Indonesia saat sedang berjuang memperoleh pengakuan dunia pada 1947. Dia menambahkan Indonesia dan Libanon memiliki berupa potret masyarakat beragama plural didominasi muslim Sunni moderat. "Kesamaan itu dapat menjadi tali merekatkan hubungan emosional kedua negara untuk kemaslahatan bersama," ujarnya.

Front Aksi Islam adalah organisasi politik berhaluan Islam moderat telah mempunyai seorang wakil di parlemen. Didirikan pada 2006 di Libanon oleh mendiang Syekh Fathi Yakan, ulama sangat berpengaruh asal Kota Tripoli, utara Libanon.

Organisasi berpaham Sunni ini memiliki tiga misi utama, yakni mempersatukan umat Islam dengan mengikis perbedaan-perbedaan pandangan tidak mendasar dalam beragama, membebaskan Palestina dari penjajahan Israel, dan menghalau paham-paham ekstremisme, radikalisme, dan terorisme telah meracuni kaum muslim saat ini.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus