kabar

Turki cabut paspor milik 50 ribu orang diduga terkait gerakan Gulen

Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.

31 Juli 2016 16:50

Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala bilang pemerintahya telah mencabut paspor kepunyaan 50 ribu orang diduga terkait gerakan Hizmet, didirikan oleh Fethullah Gulen. Kebijakan ini diambil untuk mencegah mereka lari keluar negeri.

Gulen, ulama asal Turki tadinya sahabat dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menetap di Amerika Serikat sejak 1999, dituding sebagai dalang kudeta gagal pada 15 Juli lalu.

Lima hari setelah kudeta, Erdogan menetapkan negara dalam keadaan darurat selama tiga bulan. Status inilah dimanfaatkan rezim Erdogan untuk melakukan pembersihan mengerikan atas semua institusi negara dari pengaruh orang-orang Gulen.

Ala menambahkan lebih dari 18 ribu orang ditahan setelah kudeta. Kementerian Tenaga Kerja Turki mengungkapkan pihaknya sedang menyelidiki 1.300 stafnya diduga terkait upaya penggulingan Erdogan itu.

Jumlah pegawai negeri diberhentikan sudah lebih dari 66 ribu orang, termasuk 43 ribu pegawai Kementerian Pendidikan, seperti dilansir kantor berita Anadolu Jumat lalu.

Sebanyak 17 wartawan telah ditahan dan empat lainnya dibebaskan Jumat lalu. Pemerintah Turki juga sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 89 jurnalis.

Erdogan juga menata ulang struktur angkatan bersenjata. Sebanyak 1.700 perwira tinggi sudah dipecat dengan tidak hormat dan 99 kolonel setia kepada Erdogan dipromosikan menjadi jenderal.

Para pemimpin Barat dan organisasi hak asasi manusia amat prihatin dengan bersih-bersih mengerikan ala Erdogan. Namun Erdogan membalas keprihatinan itu dengan kecaman. "Negara manapun dan pemimpin mana saja tidak khawatir soal kehidupan rakyat Turki dan demokrasi kami karena sangat mencemaskan para pemberontak, mereka bukan teman kami."

Erdogan mengklaim kudeta Jumat malam dua pekan lalu itu menewaskan 237 orang dan melukai 2.100 lainnya.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki minta sembilan sekolah terkait gerakan Gulen di Indonesia ditutup

Rezim Erdogan mulai memberangus gerakan Gulen sejak Desember 2013 setelah skandal korupsi melibatkan putra Erdogan dan anak-anak dari empat menteri terbongkar.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR