kabar

Gulen bakal dituntut dua hukuman penjara seumur hidup dan 1.900 tahun

Dalam surat dakwaan setebal 2.527 halaman itu, Gulen dituding berupaya menghancurkan konstitusi dengan kekerasan serta membentuk dan menjalankan kelompok teroris bersenjata

17 Agustus 2016 20:00

Kejaksaan Provinsi Usak, Turki, telah menyiapkan tuntutan dua hukuman penjara seumur hidup dan 1.900 tahun terhadap Fethullah Gulen, dituding mendalangi kudeta gagal 15 Juli lalu.

Dalam surat dakwaan setebal 2.527 halaman itu, Gulen - ulama senior Turki tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat - dituding berupaya menghancurkan konstitusi dengan kekerasan serta membentuk dan menjalankan kelompok teroris bersenjata, seperti dilansir kantor berita resmi Anadolu.

Sebanyak 13 dari 111 terdakwa dalam kasus itu telah ditahan. Mereka diancam hukuman penjara dua tahun hingga seumur hidup.

Surat dakwaan itu menyebutkan Fethullah Terror Organization (Feto) - sebutan diberikan rezim Erdogan kepada kelompok Gulen - disebut telah menyusupkan para anggotanya ke dalam semua institusi negara dan unit-unit intelijen.

Gerakan Gulen dituduh sudah menggunakan yayasan, sekolah-sekolah swasta, perusahaan, asrama pelajar dan mahasiswa, media, serta perusahaan asuransi untuk menguasai semua lembaga negara. Gerakan Gulen juga dituding mengumpulkan dana dari kaum pengusaha atas nama sumbangan dan ditransfer ke Amerika Serikat menggunakan bank di Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, Tunisia, Maroko, Yordania, dan Jerman.

Kutbettin Gulen, adik kandung Fethullah Gulen, ditangkap polisi Turki di Kota Gaziemir, Provinsi Izmir, Turki, pada 2 Oktober 2016. (Twitter)

Turki tahan adik Gulen

Kutbettin Gulen adalah saudara kandung pertama Gulen ditahan sejak kudeta gagal 15 Juli lalu.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato lewat aplikasi telepon video Face Time menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk turun ke jalan menentang usaha kudeta pada 16 Juli 2016. Face Time termasuk media sosial sering kali diblokir oleh Erdogan. (Screen Grab)

Geliat Gulen di Indonesia

Yayasan Pasiad di Indonesia ditutup karena tidak mendapat rekomendasi dari Kedutaan Beesar Turki. "Apa mungkin mereka bakal memberi rekomendasi?"

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman soal pembentukan Koalisi Antiperdagangan Orang di kantornya, 23 Agustus 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pemerintah cemaskan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad di Turki

Pasiad sudah meminta semua mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad untuk meninggalkan Turki karena alasan keamanan.





comments powered by Disqus