kabar

Tidak ada niat jahat dalam kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Saat ini 14 terdakwa tengah diadili di Pengadilan Jeddah, termasuk enam warga negara Arab Saudi.

18 Agustus 2016 17:36

Biro Investigasi dan Penuntutan Umum Arab Saudi telah menyatakan tidak ada niat jahat dalam kasus jatuhnya sebuah derek raksasa di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, September tahun lalu.

Musibah saat musim haji itu menewaskan 111 jamaah dan melukai lebih dari 200 orang lainnya. Derek seberat 1.300 ton itu ambruk di tengah guyuran hujan deras disertai angin kencang dan petir.  

Sejumlah sumber di Pengadilan Jeddah mengungkapkan Biro Investigasi juga membantah derek itu jatuh lantaran angin kencang dan badai petir. Mereka bilang Biro Investigasi meyakini derek ini ditempatkan dalam posisi keliru bila harus menghadapi angin berkecepatan di atas 80 kilometer per jam.

"Posisi derek tidak sesuai instruksi dalam buku manual perusahaan pembuat derek itu," kata Biro Investigasi. Biro ini menambahkan lengan kanan dari derek raksasa itu mestinya diturunkan lantaran sedang tidak digunakan dan cuaca dalam keadaan buruk.

Saat ini 14 terdakwa tengah diadili di Pengadilan Jeddah. Mereka terdiri dari enam warga negara Arab Saudi, termasuk seorang miliarder, dua warga Pakistan, serta masing-masing satu warga Kanada, Yordania, Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Filipina. Biro Investigasi sudah memeriksa 80 orang terkait dalam musibah itu.  

Mengutip sebuah laporan dari Kementerian Keuangan Arab Saudi, Biro Investigasi dan Penuntutan Umum juga tengah mengejar seorang ekspatriat asal Mesir telah meninggalkan negara Kabah itu. Insinyur Mesir itu, bertanggung jawab dalam pengoperasian derek, berkali-kali menolak memindahkan derek dari Masjid Al-Haram karena tidak bakal dipakai selama sepuluh bulan.   

Beberapa sumber di Pengadilan Jeddah mengungkapkan pula Saudi Binladin Group telah menyampaikan komitmen tertulis kepada pengadilan. Perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi ini bersedia menanggung ongkos perbaikan bagian Masjid Al-Haram rusak akibat jatuhnya derek raksasa.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

Sebuah derek raksasa roboh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. I siden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah putuskan tidak ada uang darah bagi korban derek jatuh

Pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Saudi Binladin Group, bertanggung jawab atas pengoperasian derek raksasa, dari semua dakwaan.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah bebaskan 13 terdakwa dalam kasus derek jatuh

Sudah dua tahun lebih, keluarga korban belum menerima santunan dijanjikan Raja Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

yair netanyahu

Facebook blokir akun anak Netanyahu karena berkomentar anti-muslim

"Semua orang Yahudi pergi (dari Israel) atau warga Palestina angkat kaki," tulis Yair. "Saya lebih suka pilihan kedua."

18 Desember 2018

TERSOHOR