kabar

Semua mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad diminta tinggalkan Turki

Turki telah menahan tiga mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Pasiad.

19 Agustus 2016 08:50

Yayasan Pasiad meminta seluruh masiswa Indonesia penerima beasiswa dari pihaknya untuk meninggalkan Turki. Mereka diimbau melanjutkan kembali pendidikan di Indonesia.

Pasiad adalah lembaga sosial bergerak di bidang pendidikan dan saat ini terdapat sekitar 400 warga Indonesia penerima beasiswa dari Pasiad. Pemerintah Turki menuding Pasiad - dibentuk pada 1995 - terkait dengan Fethullah Gulen, ulama senior Turki menetap di Amerika Serikat sejak 1999, dituding Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai otak dari kudeta gagal 15 Juli lalu.  

Pasiad menyampaikan imbauan itu terkait masalah keamanan. Yayasan ini menyebutkan bahkan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Ankara tidak bisa menjamin keamanan para penerima beasiswa Pasiad. "Keamanan di sini dalam arti tidak memiliki daya dan upaya melindungi penerima beasiswa dari penangkapan dan pengeluaran dari tahanan," kata Pasiad dalam keterangan tertulis diterima Albalad.co kemarin.

Sejak kudeta gagal, rezim Erdogan mulai melakukan pembersihan terhadap semua institusi negara dari para pengikut Gulen. Sudah 70 ribu pegawai negeri, terutama guru, diberhentikan. Lebih dari 35 ribu orang lainnya ditahan.

Meski begitu, Pasiad tidak bisa memaksa bila ada warga negara Indonesia ingin tetap melanjutkan kuliah di Turki. Dengan syarat masalah keuangan dan keamanan ditanggung sendiri.

Sebab, menurut Pasiad, pihaknya tidak mampu lagi memberikan dukungan dana. "Sebanyak 90 persen dari donatur pemberi beasiswa saat ini mendekam dalam penjara.," ujar Pasiad. Mereka menambahkan siapa saja tidak sejalan dengan pemerintah hanya memiliki dua pilihan: meninggalkan Turki atau menunggu giliran masuk ke dalam penjara.

Imbauan Pasiad ini keluar setelah tiga mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Pasiad ditahan aparat keamanan Turki.

Pasiad menegaskan kebijakan ini diambil demi keselamatan semua penerima beasiswa. "Keselamatan dan keamanan jauh lebih penting dari studi kalian di Turki dan hal ini perlu dimusyawarahkan secara serius dengan orang tua kalian."

Yayasan Pasiad di Indonesia sudah ditutup sejak 1 November 2015 atas permintaan pemerintah Turki.

Kutbettin Gulen, adik kandung Fethullah Gulen, ditangkap polisi Turki di Kota Gaziemir, Provinsi Izmir, Turki, pada 2 Oktober 2016. (Twitter)

Turki tahan adik Gulen

Kutbettin Gulen adalah saudara kandung pertama Gulen ditahan sejak kudeta gagal 15 Juli lalu.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato lewat aplikasi telepon video Face Time menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk turun ke jalan menentang usaha kudeta pada 16 Juli 2016. Face Time termasuk media sosial sering kali diblokir oleh Erdogan. (Screen Grab)

Geliat Gulen di Indonesia

Yayasan Pasiad di Indonesia ditutup karena tidak mendapat rekomendasi dari Kedutaan Beesar Turki. "Apa mungkin mereka bakal memberi rekomendasi?"

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman soal pembentukan Koalisi Antiperdagangan Orang di kantornya, 23 Agustus 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pemerintah cemaskan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad di Turki

Pasiad sudah meminta semua mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pasiad untuk meninggalkan Turki karena alasan keamanan.





comments powered by Disqus