kabar

Tahun lalu ada 548 kasus perdagangan warga Indonesia di luar negeri

Hingga Agustus tahun ini saja, perwakilan Indonesia di luar negeri sudah menangani 266 kasus.

23 Agustus 2016 15:18

Dia tadinya dijanjikan bekerja di sebuah klinik herbal bakal dibuka di Kota Jeddah, Arab Saudi. Perempuan setengah abad asal Cianjur, Jawa Barat, ini bersedia menerima tawaran dari seorang Bangladesh datang ke rumahnya.

"Saya mau karena saya orang susah," kata Fathonah binti Kiki Djadja, secara polos menceritakan pengalaman pahitnya hari ini di hadapan sejumlah menteri di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Fathonah dihadirkan sebagai korban perdagangan warga negara Indonesia di luar negeri, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman pembentukan koalisi antiperdagangan manusia. Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Jaksa Agung H.M. Prasetyo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise,Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Nusron Wahid, serta Asisten Kepala Polri Bidang Operasi.

Dia sudah merasa dibohongi karena tempat penampungannya di Jakarta dari luar adalah kantor biro perjalanan haji dan umrah. Namun di dalam sana, menurut dia, waktu itu terdapat hampir 25 perempuan bakal dikirim ke luar negeri. Namun karena sudah terlanjur, dia memilh bertahan meski harus tidur beralaskan lantai dengan tas bawaan sebagai bantal.

Setelah diproses 20 hari, Fathonah dan sebelas perempuan lainnya mulai diberangkatkan. Mereka didandani seperti rombongan akan berangkat umrah. Mereka diterbangkan dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ke Surbaya, lalu ke Medan, terus ke India, baru tiba di Jeddah. Kesebelas perempuan ini lantas diinapkan di sebuah hotel di Kota Madinah. Selama di sana, mereka tidak dibolehkan keluar sekalipun.

Fathonah pertama kali mendapat majikan, yakni lelaki Saudi beristri tiga dan beranak 16. Keluarga besar ini tinggal dalam satu rumah di Ibu Kota Riyadh. "Tadinya saya berangkat dari sini, badan saya sehat. Pas datang ke sana sekarang saya punya penyakit jantung karena saya terlalu kecapekan," ujar Fathonah menahan tangis. "Kerja saya non-stop siang dan malam."

Karena tidak kuat lagi, dia pamit kepada majikan dan pergi ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Riyadh. Setelah diproses 20 hari, Fathonah dipulangkan.

Dalam sambutannya, Retno Marsudi menngakui tren perdagangan warga negara Indonesia di luar negeri kian meningkat. Dia menyebutkan pada 2013 terdapat 188 kasus, 236 kasus di 2014, dan 548 kasus pada 2015. Hingga Agustus tahun ini saja, perwakilan Indonesia di luar negeri sudah menangani 266 kasus.

Dia mengatakan semua pihak menyadari perdagangan warga negara Indonesia akan terus terjadi jika pembenahan di dalam negeri tidak dilakukan. Dia menegaskan kerja sama antar lembaga mesti diperkuat untuk tiga hal, yakni untuk mencegah, memberantas, dan melindungi korban.  

"Kita tidak akan membiarkan pelaku lepas dari jeratan hukum<' tutur Retno. "Kita tidak akan sisakan ruang bagi para pelaku untuk mencari korban-korban baru dan kita akan memberikan perlindungan kepada korban di luar negeri secara terkoordinir, terstruktur, dan terpadu."

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

yair netanyahu

Facebook blokir akun anak Netanyahu karena berkomentar anti-muslim

"Semua orang Yahudi pergi (dari Israel) atau warga Palestina angkat kaki," tulis Yair. "Saya lebih suka pilihan kedua."

18 Desember 2018

TERSOHOR