kabar

Indonesia tuntut akses buat bertemu dua mahasiswi ditahan di Turki

"Karena akses kekonsuleran ini merupakan tanggung jawab negara penerima, dalam hal ini Turki, dan hal itu diatur dalam Konvensi Wina," kata Retno Marsudi.

23 Agustus 2016 19:38

Hingga kini, pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Ankara, belum bisa bertemu dua mahasiswi Indonesia ditahan di Kota Bursa.

Kepada wartawan di kantornya hari ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pemerintah terus menuntut akses untuk bertemu kedua mahasiswi itu. Dia menambahkan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Ankara berupaya keras agar diberi kesempatan menemui dua warga negara Indonesia tersebut.

Retno bercerita Duta Besar Indonesia untuk Turki Wardana Jumat pekan lalu menemui wakil presiden dari Dewan Pendidikan Tinggi Turki. Besoknya, Retno berbicara lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan kemarin dia memanggil Duta Besar Turki buat Indonesia Zekeriya Akcam.

"Saya menyampaikan mengenai pentingnya segera diberikan akses kekonsuleran bagi perwakilan kita di Ankara untuk dapat bertemu dua mahasiswi kita," kata Retno menyampaikan isi pembicaraannya dengan Cavusoglu. "Karena akses kekonsuleran ini merupakan tanggung jawab negara penerima, dalam hal ini Turki, dan hal itu diatur dalam Konvensi Wina."

Retno bilang Cavusoglu berjanji segera melakukan koordinasi. Dia mengatakan dirinya terus memantau perkembangan masalah penahanan kedua mahasiswi Indonesia itu.

Kedua mahasiswi tersebut adalah Dwi Puspita Ari Wijayanti, 21 tahun, asal Demak, Jawa Tengah, dan satu temannya berinisial YU dari Aceh. Mereka adalah mahasiswi Universitas Uludag, penerima beasiswa dari Yayasan Hizmet milik Fethullah Gulen. Keduanya ditangkap pada 11 Agustus lalu di tempat tinggal mereka di sebuah asrama di Bursa, kota di barat daya Turki.

Bursa merupakan kota berpenduduk terbanyak keempat di Turki dan salah satu kota paling modern di negara itu. Bursa berlokasi di kaki Gunung Uludag, setinggi 2.500 meter, terkenal dengan masjid dan bangunan peninggalan Kesultanan Usmaniyah. Kota dikenal banyak taman dan pohonnya ini pernah menjadi ibu kota Kesultanan Usmaniyah.

Retno mengatakan pihaknya sudah menyediakan pengacara bagi dua mahasiswa itu dan pengacara sudah bertemu mereka. Retno menjelaskan pihaknya dan KBRI di Ankara terus berkomunikasi dengan pihak keluarga soal penanganan kedua mahasiswi itu.

Dia menambahkan pihak KBRI juga terus memantau perkembangan Handika Lintang Saputra, mahasiswa Indonesia di tahan di Gaziantep, kota di daerah perbatasan dengan Suriah. Dia ditahan sejak 3 Juni lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.





comments powered by Disqus