kabar

Dua mahasiswi Indonesia ditahan di Turki telah dibebaskan

Sedangkan Handika Lintang Saputra, ditahan di Gaziantep sejak 3 Juni lalu, belum dilepaskan.

26 Agustus 2016 08:05

Dua mahasiswi Indonesia ditahan di Kota Bursa, Turki, sejak 11 Agustus lalu akhirnya dibebaskan.

"Mereka telah dibebaskan dan telah tiba di Wisma KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ankara semalam," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hari ini. Keduanya dalam keadaan baik.

Kedua mahasiswi tersebut adalah Dwi Puspita Ari Wijayanti, 21 tahun, asal Demak, Jawa Tengah, dan satu temannya berinisial YU dari Aceh. Mereka adalah mahasiswi Universitas Uludag, penerima beasiswa dari Yayasan Hizmet milik Fethullah Gulen.

Bursa merupakan kota berpenduduk terbanyak keempat di Turki dan salah satu kota paling modern di negara itu. Bursa berlokasi di kaki Gunung Uludag, setinggi 2.500 meter, terkenal dengan masjid dan bangunan peninggalan Kesultanan Usmaniyah. Kota dikenal banyak taman dan pohonnya ini pernah menjadi ibu kota Kesultanan Usmaniyah.

Sedangkan Handika Lintang Saputra, ditahan di Kota Gaziantep sejak 3 Juni lalu, hingga kini masih belum dibebaskan. Dia juga diduga terlibat gerakan Gulen.

Sejak kudeta gagal 15 Juli lalu, rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan gencar melakukan pembersihan massal di semua institusi negara dari pengaruh Gulen. Lebih dari 35 ribu orang telah ditahan dan 70 ribu pegawai negeri, kebanyakan guru, diberhentikan.   

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.





comments powered by Disqus