kabar

Kuwait akan berhentikan 400 guru ekspatriat

Bagian dari rencana Kementerian Pendidikan untuk mewujudkan 25 persen guru adalah warga negara Kuwait.

28 Agustus 2016 22:07

Kementerian Pendidikan Kuwait bakal memberhentikan 400 guru ekspatriat paling lambat tahun depan.

Sejumlah sumber dalam Kementerian Pendidikan mengungkapkan kepada media setempat, lembaga pemerintah itu tengah mnyusun daftar nama guru asing akan diberhentikan.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana Kementerian Pendidikan Kuwait untuk mengganti pengajar-pengajar asing dengan warga negara Kuwait hingga rasionya 25 persen di beragam pelajaran, seperti komputer, sains, dan sosial.

Guru-guru ekspatriat itu belum diberitahu soal keputusan ini. Mungkin daftar nama guru asing bakal diberhentikan bisa diketahui Oktober tahun ini.

Mereka yang diberhentikan diberi waktu hingga akhir tahun ajaran sekolah untuk mempersiapkan diri buat meninggalkan negara Arab Teluk itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus