kabar

Warga Indonesia di Jeddah beri bantuan dana bagi pekerja Binladin Group

"Kami dibikin sengsara. Pemerintah kayaknya nggak merasa salah, kita dilepas kayak binatang."

06 September 2016 22:51

Penderitaan para pekerja Saudi Binladin Group asal Indonesia di Kota Jeddah, Arab Saudi, telah menggaet perhatian ekspatriat Indonesia lainnya untuk memberikan bantuan.

Sejumlah warga Indonesia Sabtu pekan lalu menyerahkan bantuan fulus kepada karyawan Inma, perusahaan subkontraktor Binladin Group, di Kota Jeddah. Dana bantuan itu diserahkan oleh perwakilan warga Indonesia di Jeddah, Surya Aslim, kepada Sukayat, koordinator pekerja Inma dari Indonesia, di kamp penampungan mereka.

"Uang itu akhirnya diberikan kepada para pekerja di Inmakarena kondisi mereka paling parah dibanding subkontraktor Binladin Group lainnya," kata Surya kepada Albalad.co melalui WhatsApp sehari setelah serah terima bantuan tersebut. "Jumlah uang diserahkan 9.300 riyal untuk dibagi rata."

Menurut Sukayat, kondisi mereka memang memilukan: Tidak digaji, sulit makan, tanpa fasilitas kesehatan, dan sakit-sakitan.

"Keadaan rekan-rekan makin parah, enam bulan tanpa gaji, tidak dikasih uang makan. Allahu akbar, di sini jadi pemulung kardus," kata Sukayat, koordinator pekerja asal Indonesia di Inma, dalam pesan singkat diterima Albalad.co Senin pekan lalu. "Kami dibikin sengsara. Pemerintah kayaknya nggak merasa salah, kita dilepas kayak binatang."

Inma adalah perusahaan subkontraktor dari Binladin Group di Kota Jeddah. Di sana tadinya ada 61 ekspatriat asal Indonesia, namun dua orang sudah pulang dengan biaya sendiri. Inma mendapat pekerjaan pemasangan alat-alat dalam proyek perluasan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Jeddah.  

Sukayat menceritakan para pekerja Indonesia di Binladin Group dalam kondisi sangat memprihatinkan. Banyak yang mengalami depresi akibat mencemaskan masa depan mereka serta memikirkan kondisi keluarga di tanah air. Selain belum menerima gaji, paspor mereka ditahan oleh perusahaan.

Beberapa pekerja bahkan sudah kadaluwarsa paspornya dan terpaksa memperpanjang paspor dengan biaya sendiri. Selain itu, izin tinggal (iqamah) mereka juga sudah melebihi batas waktu, sehingga status mereka kini adalah pendatang ilegal. "Banyak pekerja terpaksa berutang sana sini untuk menutupi berbagai kebutuhan hidup," ujar Sukayat.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tambah kuota haji buat India jadi 200 ribu jamaah

Dia juga memerintahkan untuk membebaskan 850 warga India dari penjara-penjara di Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat jamuan makan siang dengan tiga tamunya - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Perdana Menteri Slowakia Peter Pellegrini, dan Perdana Menteri Ceko Andreij Babis - di kediaman resminya di Yerusalem. (Twitter/@netanyahu)

Hungaria akan buka kantor dagang di Yerusalem

Kantor dagang itu akan memiliki status diplomatik.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burita. (Middle East Monitor)

Netanyahu bertemu menteri luar negeri Maroko

Netanyahu dijadwalkan ke negara Arab magribi itu bulan depan.





comments powered by Disqus