kabar

Obama veto beleid membolehkan keluarga korban 11/9 menggugat Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair telah mengancam negaranya akan menarik semua investasi Saudi di Amerika senilai US$ 750 miliar, jika undang-undang itu disahkan Kongres.

24 September 2016 16:28

Seperti sudah diduga sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kemarin memveto beleid membolehkan keluarga korban serangan 11 September 2001 menggugat pemerintah Arab Saudi.

Undang-undang itu telah disahkan oleh Senat dan terakhir oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika dua hari menjelang peringatan 15 tahun tragedi menewaskan sekitar tiga ribu orang itu.

Kongres diperkirakan bakal menolak veto Obama itu. Untuk menolak veto Obama harus disetujui minimal dua pertiga anggota Kongres. Bila sukses, ini akan menjadi penolakan pertama oleh Kongres atas veto Obama.

"Menghapus kekebalan hukum dari pemerintahan asing tidak masuk dalam daftar negara sponsor terorisme dan hanya berdasarkan tuduhan, mengancam prinsip selama ini dipakai buat melindungi Amerika, pasukan dan personel kita," kata OBama dalam pesan vetonya kepada Kongres.

Obama memang sudah lama menolak upaya keluarga korban Teror 11/9 untuk menggugat negara Kabah itu ke pengadilan. Obama khawatir hal serupa bakal berlaku bagi negara adikuasa itu.

Namun Senator Chuck Schumer dari Negara Bagian New York, salah satu politikus Demokrat paling berpengaruh, mendesak Obama meneken undang-undang tersebut. "Keluarga korban 11/9 berhak mencari keadilan dan tidak boleh ditolak hanya karena alasan diplomatik.

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini pemerintah Arab Saudi terlibat dalam serangan teror meruntuhkan menara kembar World Trade Centre di Kota New York itu. Sebanyak 15 dari 19 pembajak pesdawat adalah warga negara Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair telah mengancam negaranya akan menarik semua investasi Saudi di Amerika senilai US$ 750 miliar, jika undang-undang itu disahkan Kongres.  

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

Muhammad Ramadan, pengacara hak asasi manusia  ditangkap aparat keamanan Mesir karena memakai rompi kuning pada 10 Desember 2018. (Facebook)

Mesir tangkap seorang pengacara karena pakai rompi kuning

Hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR