kabar

Raja Saudi tidak tepati janji tambah kuota haji bagi Indonesia

Antrean bagi calon jamaah haji Indonesia sembilan hingga 41 tahun.

27 September 2016 22:48

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sampai sekarang tidak menepati janji menambah kuota sepuluh ribu jamaah haji bagi Indonesia.

Dalam rapat konsultasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat kemarin di kompleks parlemen di Jakarta, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menceritakan janji itu disampaikan Raja Salman saat menerima Presiden Joko Widodo di istananya di Kota Jeddah, Arab Saudi, tahun lalu. "Namun ternyata apa yang disampaikan Raja Salman tidak kunjung menjadi dokumen amrul malaki. Sebatas sampai di lisan saja," kata Lukman.

Penambahan kuota itu sangat diperlukan oleh Indonesia untuk memangkas panjangnya antrean calon jamaah haji Indonesia. Lukman Hakim menjelaskan masa tunggu bagi calon jamaah haji setelah mendaftar antara sembilan tahun hingga 41 tahun.

Sejak Arab Saudi melakukan renovasi besar-besaran, kuota haji bagi seluruh negara dipotong 20 persen pada 2013. Kuota haji normal bagi Indonesia tadinya sekitar 211 ribu orang, namun setelah dikurangi 20 persen menjadi 168.800 jamaah, terdiri dari 155.200 orang untuk haji reguler dan 13.600 buat haji khusus.

Saleh Partaonan Daulay, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, meminta pemerintah memastikan kembali soal penambahan kuota itu. Dia mengaku kecewa karena Raja Salman tidak memnuhi janjinya.

Saleh Daulay mencontohkan hingga kini keluarga korban jatuhnya derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah pada musim haji tahun lalu belum menerima uang santunan seperti dijanjikan Raja Salman.

Dalam hitungan hari setelah musibah itu, Raja Salman mengumumkan keluarga korban meninggal bakal menerima fulus duka satu juta riyal dan 500 ribu riyal untuk keluarga korban cedera atau cacat tetap. Keluarga korban juga akan dihajikan gratis di musim haji berikutnya ataun tahun ini.

"Tetapi sampai hari ini kejelasannya tidak ada. Itu sudah janji tertulis dan terpublikasi secara internasional," ujar Saleh. "Mana janji Saudi? Bahkan ini sudah lewat musim haji. Orang dijanjikan berangkat haji juga tidak ada."
 
Buat mengurangi anteran calon jamaah haji, Lukman Hakim menjelaskan pihaknya sejak tahun lalu menerapkan empat kebijakan. Pertama, membatasi usia para pendaftar calon jamaah haji minimal 12 tahun. Kedua, prioritas pertama bagi orang belum pernah berhaji. Yang sudah berhaji, mesti menunggu setidaknya sepuluh tahun baru bisa mendaftar lagi.

Ketiga, melarang kepada setiap bank penerima setoran untuk memberikan fasilitas kredit. Keempat, prioritas utama itu yang status belum berhaji untuk melakukan pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus