kabar

Dilarang Khamenei, Ahmadinejad bilang tidak akan ikut pemilihan presiden Iran

Keputusan Ahmadinejad ini bisa kian memuluskan jalan Presiden Hasan Rouhani terpilih buat periode kedua.

29 September 2016 06:17

Setelah dilarang oleh pemimpin tertinggi Iran, Mahmud Ahmadinejad bilang tidak akan ikut bertarung dalam pemilihan presiden bakal digelar 17 Mei tahun depan.

Keputusan Ahmadinejad, dua kali menjabat presiden Iran pada 2005-2013, ini dia sampaikan kepada Khamenei lewat surat Selasa lalu. "Dengan keagungan Allah, saya bangga untuk terus menjadi prajurit revolusi."

Dia menjelaskan dia menemui Khamenei pada 30 Agustus. Dalam pertemuan itulah, Khamenei memerintahkan tokoh garis keras itu untuk tidak bertarung pada pemilihan presiden. Dia beralasan pencalonan Ahmadinejad bisa memecah Iran menjadi dua kutub berlawanan: kubu garis keras serta moderat, dan ini berbahaya bagi stabilitas negara Mullah itu.

Ahmadinejad membenarkan soal instruksi Khamenei itu. "Anda menyarankan saya untuk tidak maju dan saya mengumumkan ketaatan saya," kata Ahmadinejad. "Melalui surat ini, saya memberitahu Anda, saya tidak berencana ikut pemilihan presiden tahun depan."

Pernyataan Ahmadinejad ini kian memuluskan jalan bagi Presiden Hasan Rouhani untuk terpilih kembali. Panglima Garda Revolusi Qasim Sulaimani bulan ini sudah menyatakan tidak akan ikut pemilihan presiden.

Sejak Khamenei menjabat presiden pada 1981, semua presiden Iran terpilih buat dua periode.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Ahmadinejad ditangkap dengan tuduhan hasut demonstran

Pihak oposisi mengklaim sudah 50 demonstran tewas. Sedangkan versi pemerintah hanya 22 orang terbunuh.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran berjabat tangan saat keduanya bertemu di Istana Jumhuri di Ibu Kota Teheran, Iran, 14 Desember 2016. (Biro Pers RI 1)

Hasan Rouhani terpilih lagi sebagai presiden Iran

Dia unggul dari Ibrahim Raisi, kandidat dari kalangan konservatif.

Ibrahim Raisi, diyakini sebagai calon terkuat buat menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. (raisi.org)

Raisi, penantang kuat Rouhani

Dikenal dekat dengan Khamenei dan badan intelijen, Raisi selalu dipandang sebagai calon pengganti Khamenei, kini berusia 77 tahun, ketimbang sebagai presiden.





comments powered by Disqus