kabar

iPhone 8 sedang dibikin di Israel

Kantor Apple di Kota Herzliya merupakan pusat riset dan pengembangan produk terbesar kedua Apple di dunia.

02 Oktober 2016 04:10

Apple dikabarkan menggunakan kantornya di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel, untuk membikin produk baru disebut iPhone 8.

Seorang pegawai Apple menolak ditulis namanya mengungkapkan kepada Business Insider Rabu lalu, para pegawai Apple di Israel tengah mengembangkan semua produk baru perusahaan teknologi komunikasi raksasa asal Amerika Serikat itu.

Kantor Apple di Herzliya diperkirakan mempekerjakan 800 orang. CEO Apple Tim Cook pernah bilang kantor Apple di Herzliya merupakan pusat riset dan pembuatan produk terbesar kedua Apple di dunia. Apple juga masih memiliki kantor di Kota Haifa, utara Israel, dengan 200 karyawan.

Staf itu mengatakan produk iPhone terbaru itu nantinya diberi nama iPhone 8 bukan iPhone 7s. Dia menambahkan iPhone 8 itu akan sangat berbeda dari produk-produk telepon cerdas bikinan Apple sebelumnya.

Kantor Apple di Herzliya diresmikan tahun lalu.

Hamzah Yahya Kusyak, insinyur perancang sumur Zamzam, wafat dalam umur 80 tahun pada 2 Maret 2021. (Arab News/Supplied)

Insinyur perancang sumur Zamzam wafat

Yahya dilahirkan di Makkah pada 1941. Ayahnya pedagang sekaligus bekerja sebagai mutawif bagi jamaah umrah.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia tengah belajar pertanian di Israel pada 2 Maret 2021 telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. (Albalad.co)

60 mahasiswa Indonesia di Israel telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19

Diperkirakan 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduk Israel sudah divaksinasi Covid-19 akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.





comments powered by Disqus