kabar

Daftar hadiah diterima Obama dari pemimpin Arab Teluk tahun lalu

Hadiah termahal senilai US$ 523 ribu, pemberian Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi.

21 Oktober 2016 01:45

Dokumen dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merinci daftar hadiah diterima Presiden Barack Obama dari pemimpin negara-negara Arab Teluk sepanjang tahun lalu. Semua hadiah itu mesti diserahkan kepada negara karena sesuai aturan, pejabat dilarang menerima hadiah.

Berikut daftar hadiah diterima Obama dari para pemimpin Arab itu:

* Patung kuda terbuat dari campuran emas, berlian, sapir kuning, rubi, dan obsidian, diberikan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz pada September 2015. Penguasa negara Kabah itu juga menghadiahi satu set tongkat golf beserta tasnya. Total hadiah ini senilai US$ 523 ribu, termahal diterima Obama selama tahun lalu.

* Dua jam berbentuk burung terbuat dari emas, dikasih oleh Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. Masing-masing seharga US$ 110 ribu.

* Satu lukisan senilai US$ 1.040 dari Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

* Seperangkat teko dan enam cangkir kopi, diberi oleh Wakil Perdana Menteri Oman Sayyid Fahad bin Mahmud as-Said.

* Sebuah patung unta seharga US$ 42 ribu dari Enmir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad al-Jabir as-Sabah.

* Sebuah mangkuk terbuat dari perak dengan lencana Qatar seharga US$ 6.500, pemberian emir Qatar.

* Satu pajangan senilai US$ 10 ribu dihadiahi oleh Putera Mahkota Bahrain Salman bin Hamad al-Khalifah.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus