kabar

Konglomerat Indonesia bantu pengungsi Suriah US$ 1 juta

Dato Tahir merupakan konglomerat Indonesia pertama membantu pengungsi Suriah.

27 Oktober 2016 09:20

Pemilik Mayapada Group Dato Tahir menyatakan akan memberikan bantuan US$ 1 juta bagi para pengungsi Suriah di Yordania. Hal ini dia sampaikan kemarin sore dalam pertemuan di kantor UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa) di Ibu Kota Amman, Yordania.

Dato Tahir bareng Charles Honoris, anggota Komisi I Bidang Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat, diterima Kepala UNHCR Yordania Nya Stefano Severe. Dalam pertemuan ini juga hadir Duta Besar Indonesia buat Yordania Teguh Wardoyo dan Kepala UNHCR Indonesia Thomas Vargaz.

Teguh menjelaskan bantuan itu dalam bentuk dana dan bakal ditransfer ke rekening UNHCR. "Untuk digunakan membantu para pengungsi anak-anak, perempuan, layanan kesehatan, bantuan dana tunai bulanan bagi 300 ribu keluarga pengungsi, serta dana bantuan pendidikan atau beasiswa," kata Teguh kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Yordania saat ini menampung sekitar 700 ribu pengungsi Suriah dan kamp paling besar di Zaatari.

Teguh bilang bantuan dari Dato Tahir ini merupakan bentuk kepedulian dari para dermawan dari Indonesia terhadap bencana kemanusiaan melanda rakyat Suriah. Dia berharap pengusaha Indonesia lainnya mengikuti jejak Dato Tahir.

Dia menambahkan hari ini rombongan Dato Tahir akan mengunjungi kamp Azraq di daerah perbatasan dengan Irak. Di sini terdapat sekitar 32 ribu pengungsi.

Ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Dato Tahir belum bisa berkomentar karena masih terlalu pagi di Amman.

Dato Tahir merupakan konglomerat Indonesia pertama membantu pengungsi Suriah. Lelaki 64 tahun ini di urutan ke-12 dalam daftar orang paling tajir di Indonesia versi majalah Forbes tahun ini, dengan total kekayaan US$ 2,4 miliar.

Dato Tahir memang dikenal sebagai filantrofi. Sumbangannya paling menghebohkan sebesar US$ 75 juta untuk memberantas TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia, bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation.

Perang saudara melanda Suriah sejak 2011 diperkirakan telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang. Sekitar tujuh juta lainnya terpaksa mengungsi.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat merayakan ulang tahun ke-65 bareng anak-anak kamp pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir ingin melihat langsung kondisi Suriah

UNHCR Eminent Advocate itu sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus